Dalam menyambut hari Kemerdekaan RI yang ke-68, diri ingin mengutip dan menambahkan beberapa informasi ke dalam blog ini sebagai bentuk partisipasi merayakan hari jadi "merdeka"nya negara Indonesia. Setelah 14 Agustus 1945, Jepang menyerah pada sekutu dan Indonesia mengambil kesempatan mempersiapkan kemerdekaannya, bangsa ini akhirnya merasakan keindahan hidup sebagai bangsa yang bebas dari semua tekanan dan bentuk penjajahan dari bangsa lain. Oleh karena itu, beberapa postingan ke depannya dalam bulan ini, diri akan mengisinya dalam berbahasa Indonesia dan materi keindahan negara ini. Diri ingin memuaskan ego ini untuk berbahagia sejenak sebagai bangsa Indonesia.
Lagu "Indonesia Raya" menjadi lagu kebangsaan yang diperdengarkan dengan jelas pada saat 17 Agustus 1945 mengiringi suara Proklamator kita dalam mewakili Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Lantunan bait dari lagu ini pun menjadi bagian sejarah yang terus dilestarikan oleh generasi bangsa ini, setidaknya dalam upacara pagi di hari senin. Sebagian dari generasi ini pun berlomba untuk membuat lagu kebangsaan ini diperdengarkan di tanah lainnya sebagai bentuk kebanggaan atas prestasi anak bangsa! Mereka yang jiwanya tulus mengalun mengikuti lagu ini pasti akan merinding, hingga menangis seolah ada kekuatan magis di dalamnya. Akan tetapi bukan itu! Lagu ini benar membawa kedalaman batin bangsa Indonesia jika saja dapat dihayati dengan benar dan menggunakan hati, bukan sekadar mendengar untuk bertahan di bawah teriknya panas matahari. Tanyakanlah kepada mereka yang berada di ujung perbatasan negeri ini tentang bagaimana caranya menghargai lantunan 'Indonesia Raya'. Tanyakanlah kepada mereka yang berada di dalam pelosok negeri tanpa akses memadai tentang bagaimana caranya bangga untuk melantunkannya. Tanyakanlah kepada mereka yang berjuang atas nama bangsa di bidang apapun bagaimana rindunya untuk mendengar lagu ini dilantunkan bebas. Seringkali kita menjadi lupa dan memang cenderung melupakannya.
Kemajuan zaman yang katanya membuat segalanya mudah, seringkali menjadikan semuanya harus dimudahkan. Diri tidak tahu apakah lagu ini masih bercokol jelas di kepala setidaknya dalam generasi sekarang. Adakah di antara kita masih memperdengarkan lagu ini melalui segala teknologi yang kita miliki, mulai segala kumpulan I hingga seterunya? Seorang teman diri pernah mengatakan bahwa saat lelahnya dia mengerjakan skripsi, lagu ini memberikan semangat tersendiri baginya. Sejujurnya, di sinilah pertama kali diri memiliki lagu Indonesia Raya dalam bentuk digital di alat elektronik diri. Di sisi lain, diri juga melihat sisi lain bahwa nasionalis seorang muda di lingkungan kampus setidaknya, tidak terbatas oleh jiwa aktivisnya saja atau seberapa banyak seorang terlibat dalam organisasi. Jadi, apakah generasi ini masih menyimpan sedikit saja rasa rindunya pada lantunan lagu ini?
Berikut lirik lagu Indonesia Raya dalam bahasa yang disempurnakan.
Dengan sepanjang intro tadi, diri tetap ingin menyajikan bagian ini, sejarah lagu "Indonesia Raya". Banyak sumber yang sekarang dengan mudah dapat diakses di internet tentangnya. Di sini, diri hanya akan membagikan rangkuman beberapa sumber tersebut dari artikel Yahoo.co.id.
Berikut lirik lagu Indonesia Raya dalam bahasa yang disempurnakan.
Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku,Lagu Indonesia Raya terdiri dari 3 bagian. Akan tetapi, seringkali (atau mungkin hanya) bagian pertama saja yang dinyanyikan dan diperdengarkan selalu dalam setiap kegiatan apapun. Jangan tanyakan apa alasannya. Diri tidak tahu. Diri pun tidak ingin berspekulasi tentang itu. Mari yuk, lebih baik kita perhatikan indahnya lirik lagu negara ini! Jangan sia-siakan lirik hanya dengan menjadi bahan lagu untuk mengiring bendera pusaka. Kenampakan itu sangat jelas diri lihat dan rasakan sendiri ketika masih mengikuti upacara bendera. Sejak diri SD sampai universitas, diri tidak pernah sekalipun merasakan hikdmat dan syadunya penghayatan peserta upacara saat lagu kebangsaan ini diputar. Belum pernah! Setiap menjadi bagian dari barisa upacara, selalu ada bagian generasi yang akan mengiring lagu ini dengan keluhan ataupun sikap seadanya dalam menghargai sesuatu. Inikah yang layak masih diperbincangkan sebagai generasi penerus? Selama diri tinggal di negara seberang dan berkawan dengan banyak orang - orang dari belahan bumi lain, diri melihat sendiri cara mereka menghargai lagu kebangsaan negaranya. Bahkan sedari kecil, anak - anak SD di sini diajarkan bagaimana menghargai lagu yang menyatakan kemerdekaan dan identitas negaranya. Adakah generasi kita belajar cara menghargainya? Diri tidak tahu. Diri hanya mengatakan apa yang diri alami hingga tingkat universitas, saat terakhir diri mengikuti upacara bendera.
Di sanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku, Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
II
Indonesia, tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri, Untuk s'lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka, P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia.
Indonesia, tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri, Untuk s'lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka. P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia.
III
Indonesia, tanah yang suci, Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri, N'jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri, Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji, Indonesia abadi.
S'lamatlah rakyatnya, S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya, Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.
Refrain
Indonesia Raya, Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya, Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.
Dengan sepanjang intro tadi, diri tetap ingin menyajikan bagian ini, sejarah lagu "Indonesia Raya". Banyak sumber yang sekarang dengan mudah dapat diakses di internet tentangnya. Di sini, diri hanya akan membagikan rangkuman beberapa sumber tersebut dari artikel Yahoo.co.id.
Dilansir dari berbagai sumber, lagu Indonesia Raya ini pertama kali diciptakan dan diaransemen oleh Wage Rudolf Supratman. Kemudian, lagu tersebut pun pertama kali diperdengarkan di hadapan publik saat Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta.Setelah berbicara sejarahnya yang cukup ringkas, setidaknya gerakkanlah hati untuk lebih memandang kepadanya. Yuk sekali lagi mendengarkannya dalam merenungkan diri seperti apa menjadi seorang INDONESIA.
Naskah dari lagu Indonesia Raya tersebut pun disebarluaskan melalui koran Sin Po pada November 1928. Di naskah tersebut, Wage Rudolf Supratman menggunakan tangga nada C dengan catatan tambahan 'Djangan Terlaloe Tjepat'.
Setelah itu, lagu Indonesia Raya pun selalu dinyanyikan di setiap pembukaan rapat-rapat dan pertemuan partai politik dan lembaga kenegaraan lainnya. Sampai pada akhirnya, lagu tersebut dinyanyikan pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Berikutnya, Indonesia Raya pun menjadi lagu yang wajib dinyanyikan pada setiap upacara bendera.
Pada tahun 1950, lagu Indonesia Raya akhirnya direkam untuk pertama kalinya oleh seorang musisi asal Belanda bernama Jos Cleber. Dengan sedikit revisi dan restu dari Presiden Soekarno, lagu Indonesia Raya direkam dengan iringan dari Philharmonic Orchestra di sebuah studio di Bandar Lampung.