It was fun! I still remember the sentence even it was 2 weeks ago. As my promise to myself, I want to tell world what I learned and got from Global Meeting or Global Yume. It is very nice to share what I learned from many new things even looked strange in the first sight. I will deliver it in Bahasa Indonesia. I feel more and more free to write in Bahasa Indonesia. There is a strength to show up my mind to word. Short introduction is more than enough to welcome all in this story.
Global Yume dapat diartikan sebagai Global Dream Meeting. Mengapa diberi judul Global Dream? Diri mendapatkan cerita dari panitia penyelenggara, pertemuan ini diharapkan mendorong anak - anak atau setiap peserta untuk tidak takut bermimpi dan menggapainya. Tujuan mulia yang sangat tidak biasa diri ketahui. Luar biasa sekali. Kegiatan dibuka sebagai kegiatan relawan, tidak ada paksaan, yang ada adalah kerelaan hati. Kegiatan terbuka untuk semua mahasiswa internasional yang mau mendaftar. Tiba hari H, diri bertemu dengan semua partisipan lainnya. Kami ada sekitar 13 orang dengan latar belakang kebangsaan berbeda, yaitu Indonesia, Botswana, Kenya, Mongolia, China, USA, Finlandia, Portugal, Chili, Rumania, Afganistan dan Jepang.
Pihak Desa Higasinaruse (lupa namanya siapa!) menjemput seluruh peserta menggunakan bus. Dalam perjalanan, beliau memperkenalkan Desa Higasinaruse dalam bahasa Inggris. Selain perkenalan, beliau juga mengungkapkan harapan dan mimpinya untuk anak - anak di desa ini. Desa Higasinaruse terletak di selatan Akita atau berjarak 1.5 jam menggunakan mobil. Desa ini diapit oleh kota - kota sekitarnya. Apa yang membuat desa ini terkenal? PENDIDIKAN! Desa ini merupakan salah satu desa dengan pendidikan terbaik di Jepang. Banyak dinas pendidikan dan sekolah - sekolah dari provinsi lain di Jepang datang ke desa ini untuk melihat sendiri bagaimana sistem belajar para siswa dari SD hingga SMU. Para siswa di desa ini memiliki nilai kelulusan dan tingkat keberhasilan lulus tertinggi di Jepang, bahkan kota Akita pun kalah untuk ini. Tidak hanya terkenal di Jepang, beberapa dinas pendidikan dari negara lain seperti Korea Selatan dan China pun pernah menghampiri desa ini. Menurut bapak penjemput kami, desa Higasinaruse sangat mengutamakan pendidikan. Ini bukan berasal dari pihak pemerintahannya, tetapi juga seluruh elemen keluarga di sana.
| Selamat datang di Higashinaruse! |
Dengan semangat 45', diri dan rombongan mengitari jalanan bebas hambatan Akita - Higasinaruse yang sangat indah. Tampak banyak sawah di antara pepohonan pinus. Benar - benar seperti cerita dongeng. Diri sangat ingin melihatnya di saat musim dingin nanti. Betapa cantiknya pasti! Masuk ke area Desa Higasinaruse, terpampang lukisan alam di tengah rintik hujan. Luar biasa cantik. Desa ini sebenarnya sederhana, tetapi penduduk yang menjaganya membuat desa ini tampak begitu menawan. Hijaunya sawah, perbukitan yang mengitari lengkap dengan pohonnya yang rimbun, sungai yang jernih, rumah - rumah penduduk yang sederhana, udara yang bersih dan tambahan cantiknya senyum para penduduk menjadikan desa ini lengkap dengan keindahan alam dan sosialnya.
Sesampainya di desa, kami sudah disambut oleh para siswa SMP dan SD yang telah mendaftar kegiatan musim panas mereka. Senang rasanya melihat keceriaan mereka. Dengan sedikit gugup, diri datang dan mengajak kenalan mereka. Kesan pemalu sangat menonjol dan jelas tertangkap oleh diri. Sebagian dari mereka berusaha berbicara bahasa Inggris dan bercampur Jepang dengan diri. Setelah semua berkumpul, dimulai perkenalan dengan berbahasa Inggris kepada mereka. Dalam Global Yume ini, kami menggunakan Bahasa Inggris sebagai media berbagi dan mengenalkan diri kami masing - masing. Perkenalan menjadi ajang yang unik untuk diri. Diri seringkali malas berkenalan dengan orang lain, tetapi di sini diri belajar kembali untuk berbagi dengan orang baru. Hanya kekuatan doa, diri akhirnya bisa belajar untuk berusaha mengenali mereka satu per satu. Tidak ada kesempatan diri dalam hal ini untuk menjadi pemalu seperti biasanya. Pelajaran pertama, tersenyumlah untuk berkenalan dengan semua orang. Senyum menjadi vitamin luar biasa untuk diri yang pemalu dan mereka yang juga pemalu. Diri percaya karena Tuhan memberikan senyum untuk menghilangkan perbedaan dan rasa malas lainnya.
Setelah perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan bersama. Permainan ini dibagi untuk SD dan SMP diikuti oleh peserta mahasiswa asingnya. Dalam permainan, baik siswa dan mahasiswa diajak untuk melebur jadi satu dan saling berkenalan kembali. Permainan tepuk tangan, mencari nama, tangkap jari dan mengantarkan pesan adalah kegiatan yang dilakukan bersama. Lewat kegiatan bersama seperti ini, mahasiswa menjadi lebih dekat dengan siswa. Rasa malu siswa pun tergerus. Hampir semua sama dimanapun, tak kenal maka tak sayang. Dengan permainan ini, diri akhirnya tertawa, bukan sekadar tersenyum saat bermain. Pelajaran kedua, bukalah diri untuk bekerja sama dengan banyak orang. Tertawalah dalam permainan tersebut.
| Bermain park golf. |
Selama kegiatan ini, diri juga diajak bermain park golf! Diri belum pernah bermain golf sama sekali. Rasanya luar biasa sekali berkat Tuhan. Kami dibawa ke arena bermain park golf setelah menyatap makan siang. Lokasi tempat bermain golf bermain di atas perbukitan. Perbukitan ini tidak dapat diakses ketika musim salju, hanya pada musim semi hingga musim gugur permainan dapat dilakukan. Dengan didampingi 1 orang penggiat park golf, diri dan kelompok 5 bermain park golf. Lapangan park golf ada 6 macam dengan 10 lintasan. Masing - masing lintasan memiliki panjang dan kesulitan tersendiri. Tanpa ditanya, seluruh siswa di kelompok 5 melakukan permainan ini dengan luar biasa. Usut punya usut, mereka bermain park golf sejak SD dan memang menjadi mata pelajaran wajib! Diri menjadi nomor terakhir dalam permainan ini. hehe. Tak apa, yang penting bahagia dan bisa tertawa. Diri makin melihat bagaimana kemampuan dan keterampilan mereka meskipun masih ditutupi rasa malu. Akan tetapi, setidaknya diri mulai berinteraksi lebih banyak lagi. Penggiat park golfnya pun demikian, sangat baik sekali si kakek ini. Belajar dari park golf, diri menjadi tahu mengapa banyak orang suka memainkannya. Di sini dibutuhkan suatu kesabaran dan perhitungan yang jeli. Kesombongan hanya akan menjatuhkan dalam permainan ini. Pelajaran ketiga, belajarlah hal baru dengan rendah hati dan semangat!
![]() |
| Publikasi Global Yume! Ada diri saat mengenalkan Indonesia. |
Setelah permainan ini, kegiatan kami diisi dengan culture exchange. Dengan konsep per meja untuk siswa SMP, diri membawa beberapa foto yang diambil dari program kementerian pariwisata. Diri berusaha mengenalkan beberapa hal tentang Indonesia. Tahukah semua, mereka sangat exited dengan Hombo Batu (Lompat Batu) Nias, Pisang Ijo (Makasar), Bubur Manado (Manado), Komodo (Flores) dan Kampung Baduy (Banten). Bagian ini buat diri menjadi sangat luar biasa. Kesempatan yang luar biasa. Diri merasakan bagaimana menjadi duta Indonesia, mengenalkan bangsa yang beragam ini hingga ke pelosok Jepang! Pertukaran budaya menjadi ajang yang luar biasa untuk berbagi. Diri mengajak mereka datang dan mengenal Indonesia dalam kesempatan yang ke depan mungkin dimiliki. Saat mengenalkan Indonesia ini, diri melihat anak - anak mulai tidak malu untuk berkata - kata dan bertanya. Ada rasa penasaran dan semangat yang mereka tunjukkan dengan natural sekali kepada diri. Puji syukur diri mendapatkan kesempatan ini.
| Presentasi kelompok 5! |
Semalaman memberikan pertukaran budaya, diri bersiap untuk membantu kelompok 5. Mereka memperkenalkan HMS Music Event dalam pertukaran budaya di hari esok. Seluruh siswa mempresentasikan apa saja yang terkait dengan sekolah mereka dan desa Higasinaruse. Diri merasa terkejut terhadap hasil yang mereka tunjukkan! Dibalik malu mereka, ternyata bahasa Inggris mereka bagus dan sangat menerima saran. Diri berlatih presentasi dengan mereka dan memberikan beberapa saran untuk penampilan mereka. Puji Tuhan! Kegiatan berlangsung dengan lancar dan luar biasa penampilan mereka. Pelajaran berharga dari sini, terbuka dan mau belajar untuk hal baru. Luar biasa mereka. Diri diajari banyak hal dari sini. Desa ini memberikan pelajaran berharga.
Dari 'Global Yume", diri melihat bagaimana untuk belajar lebih banyak dari anak - anak baru. Jangan pernah malu dan menutup untuk hal baik. Akan tetapi, lihatlah dunia ini! Bangunlah impian dan berani bermimpi. Global Yume benar adalah Pertemuan untuk mimpi!
Jadilah duta Indonesia dimanapun. Merdeka! Merdeka! Merdeka!
