Saturday, January 15, 2011

Terkadang Pikiran adalah Sakitmu

Psikosomatis.
Hal yang paling sederhana yang pasti dimiliki semua orang. Namun, kadarnya berbeda setiap masing - masing personal. Menurut kakak *aku lupa namanya* yang diri temui saat di travel perjalanan Bandara Soekarno Hatta-Bandung, psikosomatis itu wajar bagi setiap orang. Kakak ini juga menjelaskan padaku bahwa kadarnya akan berbeda dan pengaruh ke daerah yang sakit juga berbeda di tiap pribadi. Kalau dirinya, akan langsung sakit perut ketika dia sedang panik, takut ataupun keadaan ekstrem lainnya yang datang tiba - tiba.

Kadar inilah yang dimiliki tiap orang sebagai sifat reaktif tubuh terhadap rangsangan keadaan. Bagaimana dengan diri? Saya memang menderita ini, tampaknya demikian. Pikiran begitu menjadi sakit dalam diri. Pikiran tentang masa depan, kuliah, organisasi, hubungan dengan orang lain dan lainnya begitu menyiksa diri. Akibatnya, diri alami 'siksaan' secara tidak langsung pada bagian tulang belakang. Itu sangat menyakitkan.
Jujur, secara utuh bahwa kehidupan diri adalah hal yang menyenangkan. Seutuhnya tidak kekurangan seharusnya. Dimulai dari kuliah, semuanya baik dan cenderung luar biasa dibandingkan kebanyakan. *jangan melihat ke atas*
Keluarga, yang paling penting, sungguh sempurna. Dengan segala berkat dan kehidupan yang mereka sediakan. Semangat dan keyakinan kepada diri yang berlimpah dan tidak henti.
Orang terkasih, yang sungguh mendekati sempurna. Ia mampu melengkapi diri dengan segala keterbatasan diri dan dia.
Sahabat, yang terkadang diri kira tidak ada, mereka sebenarnya nyata dan akan selalu ada dalam bentuk apapun.

Hal - hal di atas pasti dimiliki semua orang dalam bentuk dan kapasitas yang berbeda. Coba renungkan sekitar kita. Ada banyak hal yang terkadang lebih menyakitkan buat dijalani, tetapi masih dilakoni.
Seutuhnya, manusia tidak hidup dalam kesialan. Tidak sama sekali. Manusia punya kebaikan dan kesempatan yang sama dalam memiliki dan menjalani hari - harinya.
Manusia mungkin tidak memiliki apa yang diinginkan matanya selalu. Namun, di situlah sebuah karya sebenarnya sedang dibuat. Oleh karena, apa yang selalu kita inginkan jika diberikan bagi kepuasan mata kita adalah bencana bagi pribadi masing - masing.
Manusia punya kesempatan untuk memilih apa yang akan dia sikapi terhadap apa yang tersedia di hadapannya. Benar atau tidak, itu bergantung cara untuk memandangnya.
Hal paling sederhana adalah menyukai tempat tinggal yang dimiliki, menyukai gadgets yang kita punyai, menyukai nilai yang kita dapatkan, ataupun menyukai kekurangan kita saat ini. Sungguh, pilihan menyukai itu tidak hanya terbatas pada pribadi dalam arti cinta. Banyak hal yang lebih dalam, yang sedang dikerjakan jika bisa dilakukan pada setiap aspek kehidupan yang kita jalani.

Melalui artikel ini, Dr Suryo juga membagikan pengetahuan tentang apa saja gejala stres yang sering dialami banyak orang. Dengan demikian, Anda bisa mengambil langkah-langkah penanganan sejak dini. Dan berikut ini gejalanya:

- Keluhan kronis berbagai gangguan fisik, seperti sakit maag, pusing, sakit kepala, sakit pinggang, sering masuk angin, dan berbagai keluhan yang berpindah-pindah.

- Selalu mengeluh tidak bisa tidur, meskipun orang di dekatnya melihatnya cukup tidur.

- Pelupa, sulit berkonsentrasi, sulit berpikir, pikiran kosong atau buntu. (pet)

ciri - ciri stres yang sudah bisa jadi penyakit. RILEKS kan PIKIRAN !!!



Manusia punya kekuatan yang lebih hebat lagi. Kekuatan itu adalah memilih. Kita bisa memilih untuk sakit seperti apa yang kita lakukan. Kita juga bisa memilih bahagia setiap hari seperti yang kita inginkan. Kekuatan pilihan manusia akan membawa pribadi itu makin kuat menjalani harinya atau makin lemah menjalani kehidupannya.
Jika kita memilih, saya akan berbahagia sepanjang hari, lakukan itu. Lakukan dengan menjalaninya bersama tantangan yang diberikan. Misal, saat ke kampus, ternyata dosen memarahi kita. Itu ujian 1 dan akankah langsung menurunkan mood? Rasanya tidak boleh demikian.
Seperti kata lelakiku, 'Memilih bahagia berarti siap dengan segala tantangannya. Tidak ada yang hidup tanpa tantangan dari segala pilihan kan?'
Intinya, semua pilihan akan ada konsekuensi, baik itu berupa pujian atau tantangan. Semua bergantung bagaimana kita menyikapinya. Dengan demikian semua akan berjalan sesuai keinginan kita yang lebih indah.
Seutuhnya, manusia hidup dalam keraguan. Tetapi, pikiranmu adalah budakmu. Diri adalah Raja atas semuanya. Semuanya adalah satu kesatuan yang indah jika bisa dibawa bekerja sama, saling mengerti dan percaya.

No comments:

Post a Comment