Puji Tuhan, akhirnya pekerjaan diri sebagai mahasiswa S3 di Akita University, Jepang sudah mendekati garis finish. Ibarat maraton, perjalanan sekolah ini benar - benar bukan hal yang mudah dan isinya semua adalah berkat dan mukjizat dari awal terjadi hingga tahap penyelesaian ini.
Pengerjaan paper dan buku disertasi adalah sesuatu yang tidak mudah rasanya. Baru dikatakan saja sudah menjadi sesuatu yang "ahh..", mau kemana ini. Sesuatu yang sangat berbeda dengan menulis kata per kata di blog sendiri. Jika menulis blog rasanya jari - jari lebih ringan, waktu terasa lebih kurang dan ada banyak hal yang ingin diceritakan. Kesan subjektif pasti akan menghiasi hasilnya. Hal berbeda dengan menulis tulisan ilmiah. Kreativitas, orisinialitas dan ketepatan pemilihan kata menjadi pertimbangan yang harus sejalan. Plus, diri belum pernah menulis buku disertasi dalam bahasa Inggris! Menulis report atau tugas lain dalam bahasa Inggris mungkin tidak menjadi masalah, tetapi harus menuliskan semua hasil riset, interpretasi, diskusi hingga kesimpulan dalam bahasa Inggris ini baru berbeda.
Petualangan menulis dimulai bulan Januari setelah diri kembali dari oversea travel. Rasanya stuck sekali! Data sebanyak ini tapi bagaimana menjadikannya jelas buat semua orang dari berbagai latar belakang akademis, minimal profesor pembimbing paham maksud tulisan kita sehingga dapat memberi masukan tentang perbaikannya. Lalu, apa yang terjadi, tahap pertama diri menulis paper membutuhkan waktu yang tidak sedikit! Target 1 lembar sehari tidak bisa diri penuhi, ada banyak pembendaharaan kata dan maksud dalam bahasa Inggris yang diri tidak bisa ungkapkan dengan tepat. Alhasil, diri baru dapat memberikan draft manuscript paper setelah 1 bulan berjuang kepada sang supervisor. Komentar dan kritik pedas diri dapatkan dari apa yang diri tulis. Awalnya diri menangis! Disinilah mental diri diuji, iman dipakai, doa semakin ditingkatkan dan usaha semakin dipergiat yang berakhir pada revisi berkali - kali hingga total 8 kali revisi karena bahasa Inggris akademis diri yang belum banyak memadai. Mungkin menganggapnya mudah, seperti awalnya diri, tetapi ternyata ada banyak hal berbeda saat kita menggunakan bahasa ingrris untuk komunikasi sehari - hari dan jurnal atau paper akademis. Pemilihan kata atau diksi menjadi hal yang sensitif.
Setelah hampir 6 bulan berjuang, pada pertengahan Juni 2015, diri bisa mengirimkan manuscript ke jurnal yang dituju. Tuhan Yesus itu baik sekali. Manuscript dengan perjuangan terbaik yang bisa diri berikan akhirnya selesai. Di hari terakhir revisi dan pengiriman, diri sampai berkesempatan menginap di kampus yang ternyata cukup menyenangkan.
Selanjutnya adalah buku disertasi yang menunggu untuk ditulis. Namun, waktu yang ada belum bisa berkompromi karena ada dua presentasi di dua konferensi di luar Akita yang sudah menunggu ditambah dengan pengambilan data mineralogi yang tidak bisa ditunda. Puji Tuhan, akhirnya buku disertasi bahkan belum bisa ditulis hingga akhir bulan Agustus. Ada banyak kegiatan yang harus diri lakukan setelah kembali dari Filipina untuk presentasi. Tuhan menguji kesabaran dan ketenangan diri di sini. FYI, diri adalah tipikal orang yang cenderung tidak bisa tenang jika harus mengerjakan sesuatu mendadak, terlebih menulis manuscript dalam jumlah lembaran yang tidak sedikit sebelumnya. Tapi diri akhirnya menyadari bahwa ini adalah titik dimana Tuhan mau mengajarkan pada diri untuk berserah seperti saat diri belajar untuk menuliskan manuscript atau paper pertama kali.
Diri akhirnya baru mengerjakan penulisan buku disertasi diri pada minggu akhir Agustus hingga 28 September 2015 sebagai target selesai diri. Hampir tiap hari, diri menuliskan seluruh data yang ada ke dalam 6 bab di buku disertasi. Pengerjaan dimulai dengan bagian yang diri lebih pahami dalam pembendaharaan katanya dan dilanjutkan dengan bab lain yang seluruh datanya telah diri siapkan. Kata per kata, satu per satu bab, lembar demi lembar, semua dapat diselesaikan dengan baik. Bab mineralogi menjadi tantangan yang cukup luar biasa, ada banyak hal yang tidak terduga dan baru diri pelajari untuk diri. Di tengah pengerjaan pun, diri dibantu banyak hal secara langsung maupun tidak langsung oleh lelakiku, Melani, Kak Yaser, Mami Chisye dan lainnya. Sungguh! Bantuan semangat, penjagaan dan diskusi dari lelakiku membuat semuanya dapat berjalan baik. Juga ditambah dengan peta, pencitraan, plotting dan lainnya oleh Melani dan Kak Yaser, membuat bagian dari section - peta bisa terisi dengan baik. Mami Chisye, keluarga dan lainnya dalam doa untuk menyelesaikan ini, sungguh tak bisa dikatakan lagi.
Kuasa Tuhan Yesus itu luar biasa sekali, meskipun selama mengerjakan harus ada jeda untuk kegiatan yang lain karena ada konferensi dan tamu dari Indonesia selama beberapa hari, diri akhirnya dapat menyelesaikan tugas tersebut. Buku disertasi diri setebal kurang lebih 250 halaman selesai dan siap per 28 September 2015, bahkan beberapa hari sebelum submission ke pihak kampus pada tanggal 7 Oktober 2015 saat itu. Selalulah percaya dan berusaha bersama Tuhan!
Dengan 4 kopi dan formulir yang telah diisi, diri akhirnya menyelesaikan semuanya dan bisa mengirimkan ke kampus. Selanjutnya tanggal sidang sudah menunggu di 21 Oktober dan 26 Oktober 2015. Is it special? Yes! tanggal itu dekat sekali dengan tanggal ulang tahun diri ke 24! *^_^* Bagaimana nanti sidang?
No comments:
Post a Comment