Setelah tahun sebelumnya mahasiswa mendapat kunjungan dari Bang Andrea Hirata, Kak Meda Wayu dan Kato-sama, kali ini kunjungan dari rektor ITB menjadi salah satu yang istimewa untuk mahasiswa Indonesia. Di akhir September 2015, kunjungan dosen dan rektor ITB untuk WFURS menjadi salah satu kunjungan penting setelah beberapa kunjungan dari para expert di bidangnya sejak awal 2015 seperti Dr. Hedenquist, Dr. Joerg Matschullat dan lainnya. Jelang akhir September 2015, Akita University menjadi tuan rumah untuk WFURS (World Forum Universities on Resources and Sustainability) 2015. Konferenci WFURS diadakan tiap 1 tahun sekali dan diikuti oleh sekitar puluhan petinggi universitas di seluruh dunia. Ntah ini kebetulan atau tidak, pembimbing diri adalah salah satu executive committee board di WFURS sebagai bendahara. Setiap universitas yang berkeinginan bergabung juga dapat melakukan registrasi dan akan disetujui oleh sidang anggota WFURS setiap tahunnya. Setelah Akita di 2015, forum akan dilaksanakan di Rusia pada September 2016. Informasi lengkapnya tentang forum ini ada World Forum Suistainability. Siapa tahu universitasmu ingin registrasi sebagai bagian dari WFURS juga.
Setelah jadwal yang ditentukan ada, para mahasiswa Indonesia di Akita berbagi jadwal untuk menjadi LO dan staf di WFURS. Di kesempatan ini, diri mendapat bagian keduanya sekaligus. Diri menjadi staf komite di WFURS untuk mengurus jalannya acara. Tugas pertama diri adalah menjemput para utusan di Bandara Akita yang datang sehari sampai 2 hari sebelum acara. Sehari sebelum acara menjadi waktu yang paling sibuk untuk kedatangan para petinggi universitas tamu di bandara Akita, termasuk diri yang menunggu para tamu dari pagi hingga malam. Terima kasih lelakiku yang sangat baik menemani selalu. Rektor ITB, Bapak Prof. Kadarsah Suryadi dan guru besar teknik pertambangan ITB, Bapak Prof. Rudi Sayoga berkesempatan sebagai wakil langsung dari ITB untuk WFURS 2015 datang sehari sebelum acara. Perjumpaan pertama diri dengan para wakil kampus almamater diri setelah hampir 2 tahun bersekolah di Akita University akhirnya terjadi di September 2015.
| Para peserta WFURS 2015 Akita University. |
Hari - hari selanjutnya diisi dengan beragam agenda WFURS, mulai dari konferensi hingga field trip. Selain itu juga ada pertemuan antar petinggi kampus yang datang dan Akita University. Sungguh kesempatan yang asik! Beberapa mahasiswa dari jurusan geologi mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam poster presentation sebagai bagian dari konferensi WFURS 2015. Seluruh staf juga ikut serta dalam seluruh rangkaian acara, bahkan field trip. Selama 2 hari penuh, para peserta konferensi mengikuti acara dari pukul 09.00 hingga 17.00 yang diisi dengan presentasi, diskusi dan dialog antar universitas, termasuk sidang terbuka untuk kebijakan tahun selanjutnya. Para petinggi universitas yang ramah juga ikut ambil bagian dalam poster session mahasiswa Akita University untuk memberikan ide dan masukan tentang riset yang dilakukan. Setelah seluruh rangkaian acara konferensi selesai, seluruh mahasiswa Indonesia berkesempatan untuk makan malam bersama dengan para tamu dari ITB. Acara makan malam yang meriah di restoran sushi yang sudah disiapkan oleh salah satu mahasiswa dan sekaligus dosen Teknik Pertambangan ITB yang sedang menempuh pendidikan di Akita University, Pak Fadila. Obrolan ringan dan diskusi santai kami mengalir selama makan malam, ada banyak informasi baru yang diri dapatkan dari para petinggi universitas ini dan diri yakin akan berguna ke depannya.
| Diri bersama dengan para tamu dari Indonesia. |
Hari selanjutnya, diri ikut dalam field trip ke beberapa destinasi sekitar Akita. Kesempatan field trip menjadi ajang yang paling menyenangkan karena tujuan field trip ke berbagai tempat processing plant mineral milik Dowa Mineral dan tempat tambang historis Osarizawa Mine. Seluruh petinggi universitas yang terlibat pun terlihat sangat menikmatinya. Kesempatan yang jadi ajang paling menyenangkan adalah melihat dan memegang langsung emas murni dan perak murni yang merupakan hasil dari processing plant milik Dowa di Kosaka. Processing plantnya menggunakan e-waste seperti handphone, laptop dan berbagai elektronik lainnya untuk diambil mineral berharga di dalamnya. Osarizawa Mine yang sudah tutup dan dikelolah sebagai tempat wisata juga menjadi tempat tujuan yang menyenangkan. Para petinggi universitas yang ikut pun terpesona dengan pengelolahan bekas tambang yang berkelanjutan sebagaimana tujuan dari WFURS sendiri. Hari ditutup dengan makan malam di bekas kantor administrasi Kosaka Mine yang kini sudah menjadi museum.
| Suasana field trip di Osarizawa Mine. |
| Diri mencoba mengangkat emas batang murni, 19 kg! |
Perjalanan yang menyenangkan selama WFURS ditutup sengan kesempatan dan banyak pelajaran berharga dari berbagai universitas dan instansi yang dikunjungi. Puji Tuhan, diri mendapatkan kesempatan yang menyenangkan seperti ini. Terima kasih juga lelakiku yang begitu baik untuk terus menemani diri selama perjalanan dan pekerjaan diri sebagai staf. Terima kasih sudah datang mengunjungi kami, bapak - bapak.
No comments:
Post a Comment