Perikop ini diambil dari Yohanes 6:5-14. Tuhan Yesus meletakkan banyak sekali FirmanNya agar kita tumbuh menjadi bagian dari diriNya dan kerajaan Allah. Berikut ini apa yang diri dapatkan pengertian yang Tuhan izinkan untuk diri bagikan.
Dalam Tuhan Yesus tidak ada kekurangan selama kita memiliki iman bahwa Dia yang memilikiNya. Tuhan mengetahui apa yang akan dilakukannya (6). Hanya terkadang diizinkan Tuhan untuk kita alami ini apa kita yakin atau tidak.
Tuhan akan memberi segala sesuatunya dengan cukup dan berkelimpahan, bahkan teramat lebih. Perhatikanlah! Tuhan Yesus mengucapkan syukur (11) dan membagi – bagikannya (11), lalu lebihnya dikumpulkan (13). Tuhan Yesus sangat tahu apa yang anakNya butuhkan dan kapan itu harus diberikanNya. Perhatikan apa yang dilakukan Tuhan Yesus:
Pertama, percaya bahwa Dia tahu apa yang akan dilakukanNya. Manusia suka krisis dalam hal ini karena melihat segala sesuatunya tampak tidak mungkin. Kita merasa tidak punya apapun untuk memberkati orang lain, bahkan diri kita sendiri kurang. Kita tidak yakin apa yang kita miliki ini akan mencukupi untuk ke depannya atau tidak. Seringkali berpikir apa yang kita miliki itu tidak akan mencukupkan kita, jadi harus dihemat selalu atau dicari – cari lagi (7). Bisakah kita percaya pada apa yang telah diberikan Tuhan Yesus itu teramat cukup untuk melengkapi atau memberkati orang lain (9) seperti anak pemilik ikan dan roti. Anak pemilik roti dan ikan pasti memiliki iman, percaya; ia meletakkan apa yang dia punya kepada Tuhan Yesus untuk diserahkan. Bayangkan kalau anak ini berkata, “Jangan, tidak akan cukup untukku”, semacam prinsip dalam kegiatan di hutan, yaitu satu selamat atau semua akan mati. Tetapi tidak! Ia meletakkan apa yang dimilikinya kepada Tuhan Yesus lewat perantara Andreas (8) yang sedikit ragu. Tuhan itu tahu bagaimana kedalaman hati setiap anakNya. Hanya apa kita punya kerelaan untuk meletakkan apa yang kita miliki di tengah seluruh kekurangan kita. Itu apakah semacam tes dari Tuhan Yesus (6)? Hal yang lebih tepat adalah peneguhan! Ya, Tuhan Yesus inginkan kita memiliki kepercayaan yang teguh pada Dia, segala sesuatu bisa terjadi di tanganNya. Percayakah kamu bahwa Tuhan itu sanggup? Apalagi setelah banyak apa yang Ia lakukan, mukjizat (2) yang sangat luar biasa di depan mata kita atau apa yang kita alami. Atau kita akan menjawab keyakinan kita seperti Filipus (7) dan Andreas (9) meskipun ada perbedaan antara keduanya. Filipus yang mencari – cari, tidak melihat langsung dan berkata tidak akan bisa. Andreas melihat ada kemungkinan tapi tidak yakin terhadap apa yang dimiliki akan digunakan Tuhan. Seperti halnya sumur pompa manual, sebanyak apapun air di bawah, tetap harus dipancing dengan air agar pompa dapat bekerja. Air di bawah adalah apa yang dapat dilakukan Tuhan bagi kita dan air yang dituangkan adalah iman/percaya kita. Pompa manual adalah usaha kita untuk mempercayai pekerjaan Tuhan, yaitu bagian untuk mengerjakan berkat. Air itu adalah karunia dan pompa itu adalah bagian kita yang Tuhan Yesis inginkan dan izinkan untuk dikerjakan.
Kedua dan ketiga adalah percaya dan membagi – bagikan. Keduanya adalah hal yang terkait dan sejalan, seperti halnya iman percaya. Tuhan Yesus mempraktekkan langsung kepada kita tentang mengucapkan syukur. Apa yang ada dan sangat ingin dipakai Tuhan, itu kunci keduanya adalah mengucapkan syukur karena telah memilikinya dan siap untuk menyerahkannya kepada Tuhan Yesus, Sang Pemberi Hidup. Ketika kita bersyukur dan diikuti dengan membagi – bagikannya, Tuhan sangat tahu bahwa ini akan jadi berlipat – lipat dan mencukupi semua hal Ia inginkan. Tuhan akan memberkati berkat itu kembali dan menjadikan itu berkat kembali untuk yang lain.
Apa yang kita miliki dilipatgandakan Tuhan Yesus, dan Ia meminta kita membagikan kembali, mencukupkan lainnya (12). Hal ini juga terkait dengan membagi – bagikan dalam kehdiupan kita. Seringkali kita menahan apa yang menjadi saluran berkat Tuhan. Setelah dilipatgandakan, hati manusia kita berkata “wah, ini banyak! Nanti sajalah?” Akan tetapi apakah itu tujuan Tuhan melipatgandakan untuk kepuasan hati kita? Atau ada keinginan Tuhan yang harus kita genapi lewat pelipatgandaan yang dilakukanNya. Coba tanya Tuhan, ini banyak sekali Tuhan, untuk apa atau siapa, Tuhan? Jangan sampai kita mengira bahwa apa yang kita miliki adalah hal mutlak yang kita punyai. Hal yang sederhana ini telah dipraktekkan langsung oleh sang anak tentang apa yang kita miliki adalah titipan untuk memberkati yang lain bahkan 5000 orang lainnya (11). Seringkali manusia berpikir harus punya banyak dulu atau janganlah sekarang karena kita akan kekurangan nanti. Akan tetapi, tahukah kita bahwa imanmu bisa menjadikan apa yang dipikirkan karena kita yang menghalangi Tuhan untuk berbuat. Oleh karena itulah, apa yang diizinkan Tuhan, dengar, lakukan denagn percaya, ucapkan syukur dan bagikanlah.
Tuhan Yesus itu tahu apa yang harus dilakukan bahkan helaian rambut kira saja Dia tahu. Selamat percaya.
Stay believe, trust Him in all His words.