Wednesday, June 25, 2014

Tersendat di Tokyo

Pelajaran sangat berharga hari ini. Jangan pernah meremehkan apa yang namanya doa. Apapun yang akan dilakukan, letakkanlah semuanya dalam doa terlebih dahulu. Bagaimana tidak, kalau bukan karena doa, semua tidak akan terjadi. Doa adalah komunikasi yang sangat dipermudah Tuhan untuk kita bicara denganNya tanpa ada penghalang atau syarat apapun yang sulit. Apa yang diminta hanyalah hati yang tulus dan berserah percaya! Bagaimana tidak, dengan hal sesederhana itu saja, Tuhan sudah sangat baik mau berbicara dengan kita. Akan tetapi manusia lebih memilih untuk merasa lebih tahu dengan segala motivasi yang dimilikinya. 

Itulah yang terjadi pada diri di hari ini. Hari ini adalah petualangan hari pertama diri di Tokyo sebelum berangkat ke Freiberg. Berharap dapat mengunjungi istana kekaisaran Jepang, diri mendaftarkan diri untuk ikut tur yang diadakan oleh pengurus kerajaan. Tur dimulai pukul 13.30. Sejak pukul 12.00, diri berangkat dari hotel dan bergegas mencari tujuan meeting pointnya. Sekali lagi motivasi yang salah hanya akan berakhir dengan kegagalan. Diri akhirnya tersesat berputar di daerah Jimbocho. Masuk ke kompleks jinja, taman, museum sampai masuk ke east garden imperial palacenya. Akan tetapi, semua terlambat. Masih ada bagian pintu masuk yang lebih jauh lagi dan waktu tidak mencukupi untuk sampai ke tempat tersebut. Akhirnya batallah diri untuk dapat masuk apalagi ikut tur. Selain itu, tambahan yang menarik adalah hujan yang datang luar biasa deras sekali saat diri berada dalam ketersesatan. Diri belajar bahwa ngedumel itu tidak akan menghasilkan apapun. Apalagi ketika kita berpikir apa yang dilakukan lebih benar dan sesuai dengan kemauanNya. Diri lupa menaruh keinginan ini dalam doa dan mendoakannya. Akhirnya pelajaran yang sangat berharga didapatkan. Meskipun jarak imperial palace dan hotel hanyalah sejengkal atau 10 menit jalan kaki, akhirnya diri gagal mencapainya dan sampai di gerbang terdekat di waktu kritis. Apa yang bisa dipahami? Doalah dan jangan menundanya. Tuhan itu tahu kedalaman hati manusia, siapapun itu. Tidak perlu dipikirkan atau dipertanyakan karena semua sudah sangat jelas. Bahkan hal terdekat pun bisa menjadi sangat jauh dan sulit ketika kita tidak meletakkan Tuhan sebagai prioritas dalam setiap bagian hidup kita. 

Perhatikanlah bahwa tiap langkah hidup kita ini selalu diperhatikan. Jangan pernah mengira kita lebih penting dan hebat dari Dia. Berharaplah tiba di gerbangNya dengan tidak terlambat.