Hari ini adalah pertama kali diri
menuliskan apa yang Tuhan sudah pinta dari minggu lalu. Katakanlah tulisan ke
depan akan menjadi semacam diari berkat ataupun diari mukjizat. Pagi ini diri
disambut dengan bangun pagi yang luar biasa. Nafasku bisa mengalir lancer,
tubuh yang bugar, matahari yang tetap bersinar terang, pikiran akan Tuhan yang
langsung memanggil dan keinginan untuk mandi!
Puji Tuhan, hari ini dibuka dengan
keinginanku yang dapat terlaksana untuk mandi dan tahan dengan dinginnya air
yang ada, mengingat pemanas air yang masih belum berjalan dengan baik. Setelah
itu, diri masih bisa melakukan kegiatan lain, yaitu memasak untuk makan
siang-malam, serta mencoba resep baru lagi! Hari ini melakukan 2 resep baru,
yaitu daging tumis sawi dan pisang goreng menggunakan resep sendiri. Pisang
goreng dimasak dengan pisang yang terlalu matang dan terigu, lalu digoreng
sehingga dapat dinikmati dengan sangat enak! Mukjizat pagi luar biasa.
Setelah persiapan, doa dimulai dan siap
pergi ke gereja. Dalam perjalanan semuanya aman dan terkendali. Sesampainya di
gereja, ibadah dapat berjalan lancar dan bahkan mendapat makan siang, serta
bekal dari ibu pendeta yang baik sekali. Sepulang dari gereja, diri
menyempatkan waktu untuk membeli beberapa perlengakapan untuk dapur dan sepeda
di daiso. Dengan uangnya pas – pasan, diri hanya bisa berdoa agar semuanya
tidak berlebihan dan cukup karena diri masih harus membeli minyak goreng dan
susu. Setelah daiso, sisa uang hanya 1300 yen. Diri harus mencukupkan untuk
membeli kebutuhan susu dan minyak goreng di Doujaz, supermarket termurah yang
sangat menolong mahasiswa seperti diri. Meskipun letaknya cukup jauh, tetapi
demi makanan yang sehat dan murah, diri tetap mengayuh mimi (sepeda). Ini
adalah hal luar biasa berikutnya yang menjadi karunia hari ini. Jikalau tidak
sehat, mana mungkin tubuh ini dapat mengayuh sepeda pada jarak yang jauh. Luar
biasa bukan berkatNya? Ya! Setelah itu, diri membeli susu, pisang, minyak
goreng, beberapa bumbu kebutuhan dan minyak goreng. Diri berusaha menghitungnya
dan perasaan takut tidak cukup itu memang lumayan menghantui. Dalam nama Tuhan
Yesus, diri maju membayar ke kasir dan lihatlah Dia bekerja sangat ajaib,
jumlah uang yang digunakan untuk membayar adalah 1290 yen. Betapa luar biasanya
Tuhan selalu mencukupkan apa yang anak – anakNya butuhkan. Setibanya di rumah,
diri masih mendapatkan berkat lain yang luar biasa. Betapa bahagianya masih
bisa makan cemilan hasil masakan kita, makan siang kembali, beristirahat dan
menuliskan berkat ini kepada dunia.
Namun sore ini, diri mendapatkan kabar
kurang baik karena orang tua salah seorang teman harus berpulang. Akan tetapi,
ada hal yang diri pelajari bahwa kehidupan itu sekali lagi di tangan Tuhan. Dan
ini diri rasa juga menjadi jawaban atas apa yang pernah diri pertanyakan yaitu
bagaimana orang – orang dapat menghadapi sesuatu yang disebut dengan kehilangan
yang tidak diinginkan. Rasanya jawaban ini pun adalah berkat yang ingin
diajarkan Tuhan.
Kesimpulan atau apa yang bisa diri ambil
hari ini adalah tangan Tuhan itu bekerja luar biasa setiap hari dengan cara
yang ajaib. Mana pernah kita bisa menduga apa yang akan kita hadapi dan lewati,
tetapi Dia sungguh tahu. Peran kita hanya untuk mengikuti apa yang Dia mau
dengan kekuatan yang sudah diberikan olehNya juga. Jadi, kehidupan ini adalah
keajaiban dan harapan bahkan hingga waktu yang diberikanNya tiba. Bersaksilah dan
berbagilah!