Kembali diri dengan banyak hal yang ada di otak dan keinginan untuk tahu. Rasanya bersyukur sekali. Baiklah diri akan menuliskan tentang anak - anak Jepang kembali. Hasil wawancara singkat tentang momen shichi-go-san yang selalu dilaksanakan untuk aset berharga ini. Anak - anak merupakan sebuah generasi yang menjadi aset utama Jepang. Di tengah penurunan jumlah populasinya, Jepang sangat mendorong masyarakatnya untuk dapat melahirkan banyak generasi penerus. Beberapa artikel telah membahas bahwa laju penurunan jumlah populasi di Jepang terutama yang berusia muda atau usia aktif dipengaruhi banyak hal, seperti banyaknya popilasi usia produktif yang tidak menikah dan biaya hidup yang tinggi. Oleh karena itu, anak - anak merupakan harta yang sangat berharga di negara ini.
Lanjut cerita dengan salah seorang WNI yang menikah dan memiliki 3 anak dengan WN Jepang adalah diskusi tentang momen shici-go-san atau artinya saat usia 7-5-3 tahun. Pada usia ini, anak - anak di Jepang diupacarakan dan didoakan di jinja (berhubungan dengan agama sinto). Akan tetapi, untuk mereka yang dilahirkan dari pasangan setengah Jepang saja maka pada usia itu hanya akan difoto di studio dengan menggunakan kimono. Setiap jenis kelamin memiliki peringatan untuk usia tertentu, misalnya anak laki -laki pada usia 5 tahun dan anak perempuan pada usia 3 dan 7 tahun. Pada usia tersebut, diri belum tahu pasti mengapa dipilih menjadi hari utama untuk anak - anak di Jepang.
Hari anak perempuan sendiri di Jepang jatuh pada tanggal 3 Maret atau hinamatsuri atau hina no sekku. Semua warga Jepang yang punya anak perempuan pasti akan memasang boneka hina-ningyo yaitu boneka perempuan menggunakan kimono yang biasanya sekeluarga seperti kerajaan atau hanya sepasang suami-istri. Tiap keluarga pasti memiliki boneka ini dengan tipe yang berbeda - beda, dari model kerajaan dengan dayang - dayangnya yang dapat ditata 7 atau 11 tingkat dengan harga selangit atau hanya miniatur. Boneka - boneka ini biasanya dipasang sejak awal Februari. Masyarakat memasangnya di genkan atau ruang keluarga sampai tanggal 3 Maret. Kepercayaan sebagian masyarakat di sni, apabila lewat dari tanggal 3 Maret semua boneka tidak dibereskan atau disimpan kembali, maka si anak perempuan isa telat jodoh. Pada tanggal 3 Maret sendiri, masyarakat memasak nasi inari-zushi atau chirashi-zushi, yaitu nasi yang dimasak dengan beberapa macam sayur dengan bumbu shoyu, mirin, sake dan vinegar, lalu di atasnya ditabur irisan dadar telur, abon ikan warna pink dan udang.
Berbedanya dengan hari anak laki - laki, jatuh pada tanggal 5 Mei atau kodomo no hi. Pada tanggal ini, masyarakat juga memajang boneka Kabuto atau seperti boneka kaisar yang siap berperang. Pada hari ini, tidak ada masakan spesial dan tidak batas waktu untuk membereskan atau merapihkan kembali seluruh boneka yang dipajang. Selain kabuto, keluarga juga memasang koinobori atau bendera yang berbentuk seperti ikan mas sedang memanjat.
Beberapa link ini juga bisa jadi referensi untuk bacaan lanjut tentang perayaan bagi anak - anak di Jepang.
Hinamtsuri
Hina-nigyo atau Hina-nigyo
Lanjut cerita dengan salah seorang WNI yang menikah dan memiliki 3 anak dengan WN Jepang adalah diskusi tentang momen shici-go-san atau artinya saat usia 7-5-3 tahun. Pada usia ini, anak - anak di Jepang diupacarakan dan didoakan di jinja (berhubungan dengan agama sinto). Akan tetapi, untuk mereka yang dilahirkan dari pasangan setengah Jepang saja maka pada usia itu hanya akan difoto di studio dengan menggunakan kimono. Setiap jenis kelamin memiliki peringatan untuk usia tertentu, misalnya anak laki -laki pada usia 5 tahun dan anak perempuan pada usia 3 dan 7 tahun. Pada usia tersebut, diri belum tahu pasti mengapa dipilih menjadi hari utama untuk anak - anak di Jepang.
Hari anak perempuan sendiri di Jepang jatuh pada tanggal 3 Maret atau hinamatsuri atau hina no sekku. Semua warga Jepang yang punya anak perempuan pasti akan memasang boneka hina-ningyo yaitu boneka perempuan menggunakan kimono yang biasanya sekeluarga seperti kerajaan atau hanya sepasang suami-istri. Tiap keluarga pasti memiliki boneka ini dengan tipe yang berbeda - beda, dari model kerajaan dengan dayang - dayangnya yang dapat ditata 7 atau 11 tingkat dengan harga selangit atau hanya miniatur. Boneka - boneka ini biasanya dipasang sejak awal Februari. Masyarakat memasangnya di genkan atau ruang keluarga sampai tanggal 3 Maret. Kepercayaan sebagian masyarakat di sni, apabila lewat dari tanggal 3 Maret semua boneka tidak dibereskan atau disimpan kembali, maka si anak perempuan isa telat jodoh. Pada tanggal 3 Maret sendiri, masyarakat memasak nasi inari-zushi atau chirashi-zushi, yaitu nasi yang dimasak dengan beberapa macam sayur dengan bumbu shoyu, mirin, sake dan vinegar, lalu di atasnya ditabur irisan dadar telur, abon ikan warna pink dan udang.
| hina-ningyo |
Beberapa link ini juga bisa jadi referensi untuk bacaan lanjut tentang perayaan bagi anak - anak di Jepang.
Hinamtsuri
Hina-nigyo atau Hina-nigyo