Saturday, January 04, 2014

Kesan pertama di Mongolia

Mongolia menjadi tujuan pertama summer camp tahun 2013 untuk mahasiswa Leading Program. Setelah melakukan aplikasi visa grup bersama dengan peserta lainnya karena beberapa dari kami harus tetap mengajukan visa kunjungan ke Mongolial. Bagaimana cara aplikasinya? Silahkan klik di postingan tentang aplikasi visa Mongolia

Penerbangan yang telah disiapkan sebelumnya dengan menggunakan maskapai Mongolian Airline (MIAT) satu - satunya penerbangan yang masuk ke Ulanbator. Penerbangan yang bekerja sama dengan star airlines pasti akan mengalihkan penerbangan ke Mongolia dengan maskapai nasional negara tersebut. Penerbangan dengan MIAT ada 1x tiap hari sekitar pukul 14.00 dari Narita International Airport. Dengan menggunakan pesawat B737-800 penerbangan menuju Ulanbator membutuhkan waktu tempuh 6 - 6.5 jam. Tiba di bandara di Chinggis Khan International Airport, diri cukup kaget. Bandaranya tidak terlalu besar dan cukup luas. Dari atas, sebelum mendarat diri dapat mengamati kenampakan bentang alam negara Chinggis Khan yang cukup hijau berbukit dan tidak banyak populasi orang.

Selamat datang di Chinggis Khan Land
Jangan mengharapkan sesuatu yang luar biasa ketika tiba di bandara. Semuanya tampak sederhana dengan keterbatasan negara landlocked ini. Setelah mengambil semua bagasi dan lainnya, diri keluar dan bersiap untuk menuju ke hotel. Diri tinggal di Flower hotel - hotel yang dimiliki warga negara Jepang dan dikelola bersama dengan pihak Mongolia. Kesan pertama saat di Ulanbator adalah negara yang masih sangat membangun. Mungkin mirip dengan negara asal diri ketika awal kemerdekaan. Sistem prasarana masih banyak yang baru dibangun sejak industri tambang juga mulai bergerak lebih besar di negara ini. Transportasi umum yang ada juga belum terlalu memadai. 
Keramaian warga di lapangan Sukhbaatar.
 Chinggis Khan, simbol kebesaran negara ini.
Pada beberapa bagian tertentu, diri dapat melihat bagaimana berbedanya antara kekayaan dan kemiskinan. Di tengah kota, bangunan dengan gaya modern dan mahal, seperti mall, lapangan Sukhbaatar dan beberapa hotel bintang 5 tampak berjejer dengan dikelilingi oleh apartemen tua dan rumah - rumah lusuh para penduduknya. Beberapa bagian di arah luar Ulanbator pun juga rumah - rumah berdiri dengan keterbatasannya. Rata - rata penduduk di area urban masih menggunakan gir atau rumah tradisional dengan dipagari kayu di sekitarnya. Dengan kepadatan populasi yang berdasarkan data sekunder adalah sekitar 1 per km area, penduduk Mongolia lebih banyak terkonsentrasi di ibu kota negaranya. 
Bus kota di Ulanbator.
Area tengah kota.
Kunjungan ke Mongolia sedang dimulai, membawa diri untuk melihat berapa hal menakjubkan lain. Salah satunya adalah rasa hormat terhadap Chinggis Khan. Chinggis Khan merupakan sosok yang sangat terkenal pada tahun 1160 an akibat invasi dan kekuasaan kerajaannya yang hampir meliputi hampir seluruh Asia. Hampir semua bagian negara ini memiliki sesuatu yang dinamai dengan Chinggis Khan, seperti airport, hotel bintang 5 hingga arak atau minuman keras bermerk Chinggis Khan. Minuman ini dijual bebas di seluruh toko atau supermarket. Jadi sangat mudah untuk ditemukan.  Di museum nasional pun, sejarah Chinggis Khan sangat rinci dijelaskan. Kebanggaan juga sangat tampak pada pemandu tur di museum yang membawa diri saat kunjungan ke museum. Berikut ini dapat dilihat peta kekuasaan Chinggis Khan yang diambil dari wikepedia.com.
Wilayah kekuasan Chinggis Khan. 
Negara ini masih membangun, mungkin pada beberapa bagian tampak tidak seimbang dan rasanya masih perlu waktu. Jadi, berkunjung ke Mongolia juga dapat membawa kita melihat bagaimana pekerjaan membangun pasti membutuhkan waktu.