Tuesday, April 23, 2013

Minggu I : "Masih tidak percaya!"

Baiklah, diri kembali bercerita. Di sela waktu kuliah yang sedang kosong dan pekerjaan lab yang belum ada, ada baiknya dimanfaatkan diri untuk menuliskan beberapa pembelajaran yang diri dapat selama 2 minggu di sini. Minggu yang sekarang dijalani adalah minggu kedua di Akita University dan Akita City juga. Banyak hal yang sebenarnya diri pelajari dan sangat membuat diri jadi semakin giat belajar, juga semakin giat ingin tidurnya. Keinginan untuk tidur di sini sama besar atau berbanding lurus dengan keinginan belajar. Mengapa? Lingkungan Akita sangat cocok untuk sekolah maupun beristirahat ditambah dengan suhu yang oke punya, selalu di bawah 10 derajat celcius tiap harinya. Kalau di bagian ini tidak percaya, silahkan cek sendiri di berbagai website yang menyediakan jasa informasi suhu yang paling tidak mendekati kenyataan seperti http://www.weathercity.com/jp/akita/.Suhu tertinggi dan paling hangat yang diri rasakan selama hampir 2 minggu di sini adalah 13 derajat celcius plus anginnya yang dingin semerbak menusuk tulang.

Baiklah, cuaca bukan menjadi halangan seharusnya. Bunga Sakura dan kawan - kawan saja bisa siap bermekaran, mengapa diri tidak bisa menghadapi angin sedingin ini seperti mereka. Benar tidak? Tidak juga sih, tiap hari diri sejak pertama kali datang, diri sudah harus bisa memperkirakan setiap hari beberapa helai pakaian yang harus dipakai. Ternyata dugaan diri benar, hari kedua, percobaan dengan 2 lapis saja, yaitu longjhon dan kaos plus jaket biasa. TEMBUS! Dinginnya tembus. Pulang pada malam hari menjadi momok hari itu saat pulang, tangan full menjadi beku rasanya. Percobaan hari ketiga, memakai longjohn, baju, sweather, dan jaket. luar biasa, TEMBUS LAGI! Apa - apaan awalnya diri pikir. Diri sempat menyerah dengan kondisi ini, ditambah dengan ingus yang terus saja mengalir deras sejak pertama kali kena angin Akita di hari pertama kedatangan. Baiklah, perjalanan melanjutkan pada percobaan selanjutnya. Percobaan terakhir ini seolah menjadi tambatan akhir diri, yaitu penggunaan longjohn wol, sweater hitam full neck, baju formal di luar, jaket wol khusus, celana longjohn tebal dan celana resmi, sarung tangan, masker dan kupluk. Formasi ini adalah formasi pendukung terbaik hari - hari diri saat akan ke kampus. Saat datang dan pergi menjadi sangat berat, baik jalan kaki maupun naik sepeda, bukan karena capeknya, tapi karena dinginnya. 

Sudah dua minggu, diri tidak merasakan apa namanya keringat, tetapi membangun persahabatan dengan toilet karena sehari bisa sampai 10x ke toilet karena dingin. Ruangan diri memiliki 2 penghangat, yaitu penghangat konvensional dan AC yang bisa hangat juga sistemnya. Dengan dingin seperti ini, diri tidak mau kalah! Tidak mau! Bunga aja bisa melawannya dan membawa cerianya nanti kepada diri. Tiap hari diri berusaha menyapa mereka. Semilir angin yang menerpa pohon - pohon cemara dan pinus yang rapat di kampus ini sangat luar biasa. Nyanyian merdu hutan itu nyata di sini. Lingkungan kampus yang luar biasa buat diri. Menyerah ??? Rasanya harus berpikir ratusan kali. Mengapa makhluk lain yang katanya tidak lebih sempurna dari manusia pun bisa bertahan dan memberikan keceriaan ? Bagaimana dengan diri?

Bagaimana dengan kita? Masihkah tidak percaya kalau kita bisa? Masihkah harus mengeluh?