Sunday, April 28, 2013

Bus di Akita

Bagian ini bercerita tentang bagaimana sistem bus di Akita. Diri merasakan bagaimana berbedanya sistem bus di Akita dan Potsdam. Masih sedikit informasi yang bisa diri bagikan dulu di bagian ini. Pada umumnya, bus di sini sama dengan bus lainnya di kota - kota yang sistem busnya sudah lebih baik. Bus di Akita punya stasiun pusat yang dekat dengan stasiun kereta. Halte busnya hanya ditandai dengan keberadaan tanda bus dan jadwal busnya yang ditempel. Jadwal bus yang ada berbeda antara hari biasa (Senin-Jumat) dan hari libur (Sabtu-Minggu). Bus di sini tepat waktu sekali dan sang supir selalu mencoba memenuhi ketepatan waktunya. Tidak semua halte bus akan dilalui, terutama untuk halte bus yang terletak di pinggir jalan dan ditandai dengan tanda saja. Berbeda dengan halte utama, dimana bus pasti berhenti. Biasanya halte ini berada di akhir jalur bus. Kadang, beberapa halte tidak distop karena tidak ada calon penumpang ataupun penumpang yang menunjukkan tanda - tanda akan stop, serta alasan mengejar ketepatan waktu. Jika stasiun, tempat kita akan berhenti menunjukkan tanda tidak dihentikan, maka tekan saja belnya langsung sebelum sampai ke halte tujuan.
Tanda berwarna biru, kuning, dan merah adalah  tanda halte busnya. 
Ini jadwal bus yang lewat di halte ini. Ada nomor bus yang lewat. Kolom sebelah kanan adalah jadwal hari Senin-Jumat dan kolom sebelah kiri adalah jadwal Sabtu-Minggu. Kolom waktu juga dibagi menjadi kolom kedatangan bus dan berangkatnya bus. 
Ini bus yang melalui halte. Bus nomor 373. 
Tekan belnya yang ada dekat dengan kacanya. 
Halte terakhir bus 373 adalah rumah sakit umum yang digunakan mahasiswa  kedokteran di Akita University praktek. 
Ketika naik bus, ambil langsung tiketnya yang keluar secara otomatis. Tiket ini akan menjadi tanda dan memiliki nomor. Nomor yang ada akan membantu kita untuk tahu berapa harga yang harus dibayar. Harga tersebut berada di layar utama di bagian depan bus. Harga ini akan terus bergerak seiring dengan jarak tempuh yang dijalani. Misalnya saat pertama kali naik, nomor tertanda adalah 6, maka saat turun, perhatikan di layar harga yang harus dibayar pada bagian nomor 6. Biaya dasarnya untuk bus dalam kota ini adalah 160 yen. Terus bergerak sesuai dengan jarak tempuh.  Jika tidak salah, untuk sekali jalan pada jarak tempuh stasiun awal ke stasiun akhir, biayanya adalah 510 yen. Mahal? Mungkin bisa dikatakan demikian. Itu sebabnya banyak yang menggunakan sepeda atau kendaraan lainnya.

Layar yang menunjukkan pergerakan harga tiket bus sesuai halte. Pembayaran harus dilakukan sesuai dengan  nomor pada tiket. 
Pembayaran busnya seperti apa? Pembayaran bus harus dilakukan dengan uang pas dan menggunakan koin. Jika kita tidak memiliki uang receh dalam jumlah yang dibutuhkan, kita bisa langsung menukarkannya pada mesin penukar uang. Mesin penukar uang hanya menerima uang kertas yang bisa ditukarkan langsung. Ohiah, mesin penukar ini juga berbentuk satu dengan mesin penerima pembayarannya. Pembayaran ini juga yang terkadang membuat bus jadi lama bergeraknya sehingga terkadang beberapa halte yang tidak ada penumpangnya dilewati saja karena mengejar ketepatan waktu di halte terakhirr ataupun halte utama. Pembayaran untuk anak - anak dan para lansia adalah gratis. Jadi, para muda yang menolong para orangtua. Itu juga yang mungkin menjadikan adanya pembayaran tahunan untuk para pensiun yang diwajibkan oleh kota.

Mesin penukar uang dan sekaligus pembayarannya. Plastik bagian atas adalah bagian tempat  membayar dan  bagian hitam itu adalah bagian untuk menukarkan uang. 
Ohiya, bus di sini, ukurannya relatif hampir sama dengan bus yang ada di Potsdam, hanya relatif lebih kecil. Pak supirnya juga menggunakan jas, sarung tangan dan topi dalam mengendarainya. Mereka sopan dan baik sekali dalam menjalankan tugasnya. Hanya saja kurang bisa berbahasa Inggris. Tapi itu tidak menjadi masalah, merasakan sensasi keliling dengan bus juga menyenangkan di Akita, apalagi saat hujan dan angin yang luar biasa kencang. Akita, kota yang relatif kecil, jadi harap wajar sekali jika jarang menemukan bus di bagian - bagian halte tertentu. Selamat berkunjung ke Akita. Diri tunggu!