28 Oktober 2012,
Resmi, diri berumur 21 tahun. Terima kasih atas kesempatanNya yang telah diberikan untuk mencapai usia ini. Tidak mudah rasanya berumur 'setua' ini bagi diri. Terbiasa dengan cita rasa 'muda', rasanya hasilnya menjadikan sesuatu yang aneh bagi diri. Bukan berarti sombong, hanya saja diri terkadang merasa belum cukup saatnya. Tetap bermain adalah menyenangkan. Akan tetapi, muncul pertanyaan, 'bermain' seperti apa yang diinginkan? Ya, dalam otak diri masih saja seperti anak - anak berumur 16 tahun dan baru saja merasakan kemerdekaan dari kolotnya zaman pendidikan orang tua. Merasakan demikian, membuat ulang tahun ini hampir menjadi hambar. Keberadaan orang - orang terdekat menjadikannya indah dan sungguh bermakna meskipun ternyata menyimpan luka untuk yang lain. Diri tidak bisa mengerti itu dan sebenarnya tidak menerimanya. Terlepas dari itu semua, diri mengucapkan terima kasih untuk pacar atau lelakiku yang begitu indah dan telah menghadiahkan banyak sekali 'kemewahan' hati dan perlakuan yang tidaklah bisa dibeli siapapun. Diri yakin semua berasal dari ketulusan dan rasa kasih yang luar biasa.
Semoga 21 tahun bukan sekadar angka. Bukan sekadar rutinitas. Bukan sekadar perayaan. Bukan sekadar waktu. Biarlah 21 tahun adalah langkah. Langkah yang maju dan tak terhalang lagi kata putus asa. Langkah yang lebih kencang untuk menjadi seorang hamba. Langkah yang tak terhenti untuk menjadi cinta buat lelakiku. Langkah yang tetap yakin untuk membangun Indonesia secara sehat dan jujur.
Terima kasih untuk foto - foto yang diambil lelakiku. Diri yakin kamu berbakat untuk ini, bukan karena diri modelnya, tapi karena kejeniusanmu yang telah banyak membuktikannya selama ini di berbagai bidang, kecuali mengurus birokrasi. Itu bukan bidangmu sekali.
Lokasi pengambilan foto : Hutan Pinus Lembang.
Cerialah selalu seperti mimpi indahmu untuk bangsa. Tak akan ada yang dapat menghentikanmu. Bukan beban, tetapi harapan dan keyakinan yang dibangun di pundakmu. Tidak ada yang mustahil di tanganNya yang berkuasa.