Tuesday, May 04, 2010

Welcome to May

Selepas April, aku datang ke Mei.
Cukup sudah akhir cerita di April yang melelahkan. Cukup sudah air mata yang hanya boleh tertumpah di April. Tolong, jangan lagi di Mei. Tolong, perlakukan Mei yang penuh ini dengan semangad.
Aku coba bertanya saja, apa yang terjadi di Mei ini? Bolehkan? menebak -nebak segala perkara yang mungkin akan terjadi. Mulai dari semua jadwal yang terisi penuh dengan UAS, TUGAS dan EKSKURSI. Begitu indah hidup ini. Apalagi tahu, kegiatan ke Semeruku batal. Maap ya Ka Cuy, ngga ada maksud juga membatalkan janjiku yang itu padamu. *nanti ku bayar dengan waktu yang tepat ya.*

Mei. Banyak rencana yang ada padanya. Banyak kepercayaan yang datang menghampirinya. Ya, di awal bulan ini saja, aku sudah ditodong untuk menjadi kepala redaksi majalah Cakrawala, majalah tahunan HMT, pengisi rubrik Buletin, desain kaderisasi Caving, pemahaman Keprofesian Tambang, mengurus Beasiswa Leighton. Hidup yang sangat indah. Tapi, *selalu kata-kata ini yang keluar* di mana posisi ku? Apa semua bisa dijalani ? Seharusnya bisa, tapi selalu akan ada pertanyaan di mana prioritasku. Terkadang aku benci dengan pertanyaan itu. Sangat lelah aku menanggapinya dengan segala macam jurus.

Mei. Banyak UAS bulan ini. Wajarlah, karena memang jadwal ujian. Tapi akan ada suatu rencana dan jawaban yang indah buat semuanya. Baik itu pahit atau manis. Ya, semuanya adalah tanggung jawabku. Sekarang, bagaimana aku mengejar 3,5 tahunku saja. Sebuah visi dan misi yang luar biasa jauh ke depan dan terkadang tampak tidak masuk akal. Akan tetapi, semua rencana siapa yang tahu.

Mei. Boleh ngga punya kesempatan buat rasain beasiswa ataupun sekolah di luar negeri. Pengen banget ikut graduate development program perusahaan-perusahaan yang ada. Pengennya bisa segera diterima kerja. Pengennya bisa membangun gereja dan sekolah segera. Setidaknya satu SD dapat dibangun dengan keringatku Tuhan. Semua buat mereka. Betapa tidak, adik-adikku harus menempuh hutan, sungai dan gunung untuk mengerjakan ujian. Ya, mengerjakan ujian yang notabene adalah tugas negara. Dahsyat sekali mereka. Kepikiran bagaimana mereka yang ada di Papua ? cukuplah, negara ini ditipu.

Mei. Mau susun liburan. Aku pengen sekali jalan ke pulau - pulau terluar di Indonesia. Sungguh dahsyat mereka. Dengarlah ya Tuhan.

Mei. Terutama ekskursi ke Adaro dan Arutmin. Tapi, semua itu bukan kuasaku Tuhan. ya, biarlah berjalan apa adanya. Seharusnya bisa. Namun, jelaslah segera.

Mei. Pengen total heartless. Ya, pengen tidak bisa merasakan perhatian lagi. Cukuplah aku saja yang memperhatikan. jangan terus aku diperhatikan. karena aku pun tidak ingin bermain dengan hati lagi. Aku bukan manusia kuat untuk mencoba hal ini karena aku sudah pernah mencoba. Ternyata, aku gagal lagi untuk kesekian kalinya.

Mei. Semoga aku menjadi berkat kepada banyak orang.

No comments:

Post a Comment