Friday, May 28, 2010

Maag, ku dan Cokelat


Postingan ini pasti dah pernah ama orang lain. tapi, aku ingin membuatnya jadi masalah lagi.
Ahh, keadaan yang aneh. antara yang disukai dan harus di hindari kan semuanya.

Sebuah produsen coklat terbesar di dunia mengklaim bahwa coklat bermanfaat untuk memperlambat kerutan di wajah dan penuaan. Hal ini dinyatakan karena kandungan flavanols, sebuah zat yang merupakan antioxidant yang terkandung dalam coklat.

Kepala Bagian Inovasi dari pabrik coklat Barry Callebaut, Hans Vrien menyatakan saat ini di Swiss sedang dikembangkan cara untuk mempertahankan kandungan flavanols dalam coklat selama proses pembuatan sehingga membuat permen coklat kaya akan flavanols.

“Coklat dan kesehatan sepertinya tidak cocok bersama-sama tetapi ini adalah ramuan yang menarik: jika saya bisa makan apa yang saya suja dan ini baik untuk kesehatan saya, hal itu sungguh hebat,” ungkap Vrien.

Ini kata orang tentang cokelat. Sesuatu yang aku suka sebenarnya dan jadi musuh buat berat badan. hahahaa, biar rada jelas aja keberadaannya. Ngga ada yang salah kok dengan cokelat. Kecuali ini.

Meskipun sebenarnya coklat sangat bagus untuk meningkatkan mood dan kesehatan jantung tetapi bagi pengidap sakit maag kronis sebaiknya hindari konsumsi coklat secara berlebihan. Karena dapat mengiritasi sistem pencernaan bagi anda yang sudah menderita sakit maag kronis. Coklat dapat menginduksi gejala-gejala GERD dengan memanipulasi kemampuan LES/lower oesophageal sphincter untuk mencegah asam lambung berbalik ke kerongkongan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa coklat secara signifikan meningkatkan jumlah kejadian reflux (aliran balik) pada pasien yang ikut dalam penelitian. Coklat menyebabkan dilepaskannya serotonin dalam jumlah besar dari sel-sel di usus halus. Padahal serotonin ini menyebabkan LES alias pintu jebak mengendur. Pengenduran ini berarti ‘pintu’ antara tenggorokan dan lambung terbuka, sehingga asam bisa mengalir lagi ke tenggorokan.

Ahh, bagaimana mengcounter diri sendiri kalau udah gini. Suka cokelat banget.tapi, tenyata dia bisa membunuh lambungku yang manja ini. hmm, dipikir- pikir sih sebenarnya kerusakan lambung juga kontrol diri sendiri. Bukannya cokelat.

Sebenarnya pengen mengontrol diri terhadap sesuatu saja tapi malah cari - cari alasan ke cokelat. Jadi, bagaimana cokelat disikapi bagi penderita maag seperti saya.

Cuma satu jawabannya : Tetap saja makan!
It will not control you much, if you know the limit. Mestinya begitu keadaan yang ada.


Cokelat. Sapa yang ngga suka, ada sih, tapi biarkan saja mereka yang tidak inginkan itu. Inti pembicaraannya sih, GIVE ME CHOCOLATE :D

Ngga kok, bercanda. Inginnya mencari inovasi baru dalam cokelat. Cokelat. How sweet!!!
Mungkin setelah ini pikiranku perdebatkan lagi antara efek mood dan lambung yang ditimbulkannya. Mungkin ini jauh lebih baik kok. Keadaan yang ada juga demikian. Bisalah lambung kompromi untuk emosi. hihiii..:D

Cokelat:cokelat:cokelat:D

cokelat:cokelat:cokelat:D

No comments:

Post a Comment