Tuesday, May 04, 2010

Selepas April

akhirnya, April lewat sudah tanpa postingan satu pun. Ntahlah, tampaknya sebuah buku Orange telah memberikan satu pelarian lain yang lebih secret daripada blog ini.
terima kasih buat mereka yang perhatian dengan adanya blog ini. Sebuah blog yang jadi pelarian gadis labil dan masih belajar menata diri. ^^ Ini bukan mencari pembenaran tapi memang merasakan itu adanya.
Ya, karena merasa tidak ingin menulis di buku saat ini, aku balik nulis blog. Sebuah keputusan yang bijak atau tidak aku tidak tahu. No comment. Yang ku tahu sekarang adalah bagaimana melepaskan semua kelabilan dalam diri ini yang tidak jelas. Manusia macam apa sih aku ini? Kadang aku pikir aku butuh bantuan orang lain. Tapi, aku bukan manusia seperti itu. Tapi.. dan tapi yang hanya bisa ku katakan.
Sore ini, ya sore ini, aku hanya ingin berpikir dan menjawab semua keraguan ini. Tuhan, ntah apa yang aku lakukan sekarang.
What I know is to define my purpose now. I'm too tired to ask and to find the answers. I feel look like a doll here. But who the child whose the belongs to? I don't know. God, I just feel my life is not the same before. So many, new comers in my life. Honestly, I don't understand what for they came in. I really need the answers for this one. It looks like a game, God. Unfortunately, I'm the player there. Is it real?

Answer me God!!!

I don't understand how to direct my life more. I can't see the time. I can't see the direction. I can't see YOU as what I am.

Tuhan, ini bukan protes, tapi rasa malu. Tuhan, coba lihat aku ini. Apa yang pernah ku buat? Hmm, sejauh ini hanya kebimbangan dan kelabilan dan keterbiasan saja yang terus menghantuiku. Aku ingin lepas dari semua itu? Terus, mulai dari mana?
3,5 tahun ya Tuhan, tolong. Rasa-rasanya aku butuh segera menutup kisah di kampus. Memulai lembaran baru dan mengejar mimpi-mimpiku. Cukuplah, mereka menghias hari-hariku. Sekarang, aku yang seharusnya menghias mimpi - mimpi orang - orang yang membutuhkan.
Ya, mungkinkah komitmen ini bertahan? Bertahan? aku kan labil? Aku tidak tahu masa depan bagaimana. Aku juga tidak tahu bagaimana kehidupan ku nantinya. Tapi, mengapa aku ada, pasti ada semua jawabannya.

Being heartless is more effective now. I don't expect why, but life must go on. It's more important to see all people around you smiling than your smile. I think their smile will be my smile. I hope so. I don't have anything to be proud. And (*I hate to state it*) I'm single fighter. I walk alone.
It doesn't matter. It's a happy ending

No comments:

Post a Comment