Jadi 2014 ditutup dengan kegiatan yang menyenangkan dari kampus! Yes, diri mengikuti Eco-product exhibition kembali bersama dengan anak - anak Leading Program dari tanggal 10-11 Desember 2014 lalu. Diri ikut di gelombang pertama kegiatan ini karena anak - anak lainnya masih ada kelas, jadilah diri berangkat bersama Shinogu, staf Leading Program, berdua ke Tokyo untuk mengikuti pameran terbesar ini dari hari pertama pembukaannya. Perjalanan ini sangat menyenangkan. Tahun lalu diri mendapatkan banyak pengalaman dan pastinya oleh - oleh dari perusahaan yang datang dan hadir. Bagaimana dengan tahun ini?
Perjalanan dimulai di tengah salju Akita yang mulai menderas. Tidak biasanya memang salju Akita tahun ini datang lebih awal dari biasanya. Pertengahan November, salju sudah mengucapkan salam perkenalan kepada seluruh penduduknya. Lalu, tahun ini diri bersiap menuju Tokyo dengan pakaian hangat yang juga tidak membuat diri harus mengalami kepanasan nantinya. Tokyo tidak sedingin Akita sama sekali. Itu yang diri rasakan saat tiba di Tokyo. Tapi sebelumnya, diri berangkat dari Akita dengan cuaca yang menyenangkan untuk pesawat. Persiapan sederhana sudah lakukan dan kedatangan Shinogu mengartikan perjalanan diri pun dimulai! Shinogu mengajak diri untuk menunggu penerbangan di lounge bandara Akita. Maklum masih beberapa menit lamanya penerbangan berangkat, lagi pula barang bawaan kami tidak banyak. Senangnya, diri dan Shinogu menikmati minuman gratis dan santai di tempat yang lebih nyaman pastinya. Terima kasih Shinogu.
| Tokyo.somewhere. |
Seperti yang diri katakan di awal, bahwa Tokyo tidaklah sedingin Akita. Sesampainya di Tokyo, bukannya hanya diri, tetapi teman diri lainnya yang datang setelah diri pun mengakui bahwa Tokyo itu panas! Alhasil, coat akhirnya hanya berada di tangan karena buat kami sweater sudah cukup menghangatkan. Posisi Tokyo di pesisir Samudra Hindia rasanya menjadi alasan kuat mengapa Tokyo tidak mengalami dingin yang sangat dibandingkan dengan Akita. Tapi, itu tidak menjadi alasan sama sekali untuk kami.
Setelah sampai, diri dan Shinogu langsung menuju Tokyo Big Sight tempat acara berlangsung. Berhubung diri sendirian, jadilah diri lebih bebas menentukan daerah kunjungan diri. Shinogu pun mengerti. Perburuan pun dimulai!!! Tidak semua exhibitor menyediakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, tetapi setidaknya mereka masih menyediakan gambar dan simulasi dalam bentuk video untuk membantu orang - orang seperti diri yang tidak bisa berbahasa Jepang sampai sekarang padahal sudah tinggal di sini hampir 2 tahun (memalukan :D).
Diri menghampiri hampir semua booth yang ada selama 2 hari kesempatan untuk mengunjungi pameran ini. Pameran tahun ini memang memiliki booth lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, tetapi angka peserta atau pengunjungnya lebih meningkat. Meskipun pihak exhibitor menampilkan kemajuan teknologi apa yang sedang mereka tampilkan, tetapi tidak memungkinkan untuk mereka sama sekali untuk melakukan business dealing. Diri akan ceritakan tentang Eco product di bagian lainnya ya!
Dengan semangat 45 mengerti dan keinginan mendapatkan beberapa suvenir menarik, diri mengunjungi terutama daerah pameran teknologi. Diri terkagum - kagum dengan teknologi purifikasi air yang dimiliki salah satu perusahaan. Pengembangannya memang masih mahal untuk skala komersial, tetapi setidaknya teknologi ini sudah dikembangkan di masyarakat India dengan bantuan oleh WHO. Teknologi ini memanfaatkan UV dan mineral tertentu untuk memecah ikatan elemen beracun dalam air supaya bisa dipurifikasi menjadi air yang siap minum. Kapasitas satu sistem ini bisa 5 ton air per hari. Luar biasa ya!
Teknologi lainnya yang menyenangkan adalah keberadaan alat kasir yang menarik. Tanpa label atau barcode, kita bisa langsung mengidentifikasi harganya. Menurut diri, ini praktis sekali, mengingat diri selalu kesulitan membersihkan bekas barcode di product makanan atau plastik. Kita tidak hanya membutuhkan sensor dan menggabungkan database yang ada untuk mengeluarkan harga dari barang tersebut. Teknologi ini dikenal juga sebagai implementasi ICE (semoga tidak salah), dimana sensor, database dan lainnya terintegrasi dalam sistem komputerisasi. Jadi, segala sesuatu lebih mudah.
| Sensor dan bentuk barangnya menentukan. |
Selain itu, salah satu perusahaan teknologi, NEC, juga melakukan kerjasama dengan pemerintah Indonesia dan NGO tertentu untuk melakukan monitoring hutan di Kalimantan. Implementasi ICE yang sama juga digunakan, sehingga keberadaan individu pohon dan kerapatan hutan dapat diawasi per tahunnya hanya dengan menggunakan sistem komputerisasi di titik tertentu. Dalam memfungsikan sistem ini, tenaga manusia sangat dibutuhkan untuk melakukan database manual terhadap tiap pohon tertentu di hutan, tetapi setelahnya kita bisa mengurangi peran manusia dengan memanfaatkan sensor dan database yang terupdate oleh adanya satelit yang terhubung dengan pohon tersebut.
| Barcode memberikan kenampakan informasi sistem yang ada. |
Menarik sekali teknologi yang ada selama pameran. Banyak lainnya loh, tetapi berhubung bahasa Jepang diri sangat buruk, semua jadi terbatas. Setidaknya sekaligus dapat ilmu, diri juga mendapatkna banyak sekali oleh - olehnya dari acara. Di bandara, seluruh oleh - olehnya sampai 6 kg untuk seluruhnya. Diri juga bawa bunga hidup yang diberikan sebagai hadiah. Tanaman yang super sekali ternyata. Tak disangka. Tenang saja, diri bukan pengepul, kebetulan suka saja. hehehe..
Tertarik dengan event ini, tahunan kok! Rencanakan liburanmu di tanggal penyelenggaraannya ya, desember 10-12 tiap tahunnya.