Sunday, December 15, 2013

Habibie Ainun : Refleksi Siapa 'mereka'?

Selamat sebelumnya untuk film Habibie Ainun yang sangat menuai sukses, tidak sekadar sebagai film yang berkualitas tetapi juga sukses membuat manusia - manusia yang menonton untuk tetap bermimpi dan bertahan mengabdi pada pertiwi. Teladan Pak Habibie selama karirnya hingga saat ini mengajarkan pada semua pihak bahwa masih ada HARAPAN di Indonesia. Akan tetapi, terkadang kita yang tidak mau percaya dengan apa yang dibawa dalam suatu perubahan. Apa yang dibawa Pak Habibie untuk menghubungkan seluruh pulau di Indonesia termasuk hal brilian. Sayangnya 'mereka' tidaklah percaya. Tergelitik kembali diri dengan apa yang disebut 'mereka' ini.

Diri kembali menonton film Habibie Ainun. Ini merupakan kali ketiga film ini. Diri masih tetap menangis melihat bagian Pak Habibie menangis di anggar pesawat. Dia berjuang untuk memberikan sesuatu bagi bangsanya. Akan tetapi, seperti yang beliau katakan, “mereka tidak percaya”. Jadi siapa mereka itu? Kita seringkali menutup sebuah kemungkinan yang besar untuk kemajuan bangsa ini. Tetapi bangsa ini tetap tidak menyadarinya.

Alangkah mudahnya kita menyalahkan orang lain, tetapi tidak pernah berbuat apapun. Seringkali kita menyalahkan mereka yang lebih baik pindah dan tinggal di luar negeri. Penghargaan itu bukan sebatas uang! Tetapi penghargaan untuk melakukan sesuatu, berkreasi dan berkarya dengan apa yang selama ini sudah dengan penuh jerih payah diperjuangkan sebelumnya. Itu yang rasanya kurang dimiliki bangsa ini. Banyak bagian yang mungkin sejak dulu sudah digerus atau tidak pernah dibangun sebelumnya. Kita terlalu mengagungkan bahwa kita beradab dan saling membantu satu sama lain. Diri seringkali curiga apakah itu benar atau tidak. Apakah benar sejarah dan kebudayaan yang diagungkan itu? Demikian cepatkah sebuah kebudayaan hilang ditelan masa atau berganti dengan lawannya? 

Masih tentang “mereka tidak percaya”, siapa mereka? Apakah mereka itu masyarakat kita? Siapa mereka? Mereka yang dikatakan ingin membangun bangsa ini kah? Atau mereka yang mengatasnamakan dirinya sebagai wakil bangsa?

Diri tidak tahu kapan bangsa ini pernah benar diarahkan pada masa keemasan. Rasanya setiap masa memiliki keluhan dan kritik tajam yang membuatnya sulit untuk dibanggakan. Atau pada dasarnya manusia tidak bisa melihat sesuatu yang baik dibalik semua kesulitan yang dihadapi?
Jadi, bagaimana bangsa ini seharusnya dipimpin? Model kepemimpinan macam apa yang seharusnya kita amini untuk membawa Indonesia ke masa jayanya?

Dengan tetap percaya, bahwa masih ada HARAPAN di atas bangsa Indonesia ini. Tetap berkaryalah anak bangsa di manapun berada dengan segala tantangan apapun yang akan dihadapi di depan.

gambar courtesy google dan wikipedia.