Ini cerita kunjungan diri beserta rombongan keluarga besar LP ke Tokyo dua minggu lalu untuk mengunjungi Eco Exhibition di Tokyo. Acara tahunan yang digelar di Tokyo ini menampilkan atau katakanlah memajang seluruh jenis perkembangan teknologi ECO terbaru yang dimiliki seluruh perusahaan - perusahaan Jepang, dari yang skala perusahaannya kecil hingga home industry.
Acara sendiri diselenggarakan dari tanggal 12 - 14 Desember 2013 di Tokyo Big Sight.
| Ranger wanita Leading Program! |
Dalam skala dunia, kebutuhan logam seperti tembaga, platinum, litium dan kawan lainnya semakin terus berkurang jika cadangan baru tidak ditemukan dan permintaan terus meningkat. Kita tidak dapat menyalahkan permintaan yang terus meningkat karena itu adalah alamiah dimana suatu negara terus ingin maju dan menjadi terdepan. Di satu sisi, penurunan jumlah cadangan baru yang ditemukan juga tidak dapat disalahkan karena biaya eksplorasi semakin mahal. Target yang dicari bukan hanya yang dekat dengan permukaan lagi tetapi semakin dalam dan dalam. Jadi siapa yang akan membayar ini? Baiklah itu sesi lainnya, kembali ke sesi sebenarnya.
Pihak Jepang berupaya untuk menemukan solusi ini karena mereka memiliki kelemahan pada keterbatasan bahan baku. Semua material yang digunakan untuk industri di Jepang adalah hasil IMPOR. Jadi tidak heran, mereka harus berpikir lebih extra untuk tetap eksis dalam industri dan menjadi terdepan dengan segala keterbatasan. Oleh karena itulah, pameran ini diadakan. Pameran ini ingin mendorong warga Jepang sendiri untuk terlibat dengan mengetahui teknologi yang ada dan paham dengan situasi negara mereka.
| ECO!!! |
Ada yang berbeda dengan pameran di Indonesia dan Jepang! Tapi diri tidak membahasnya di sini. Tulisan selanjutnya saja. Kembali lagi.
Setiap perusahaan dan usaha menengah mempersembahkan informasi tentang daur ulang yang mereka lakukan, produk eco yang dikeluarkan oleh mereka, desain eco dan bagaimana fungsinya. Banyak hal yang bisa diperoleh dari kunjungan ke pameran ini.
Paling tidak, diri jadi mengerti mengapa masalah air keran saja bisa diurus detail oleh mereka. Jangan heran di Jepang semua keran air di tempat umum hampir semuanya menggunakan sensor untuk menghemat tiap liter air per detik yang digunakan! Atau desain laptop. Pada bagian pad yang kita selalu tekan untuk menumpuh tangan saat mengetik pun dijadikan bahan pikiran oleh para peneliti dari Toshiba. Mereka menemukan bahwa desain sarang lebah lebih efektif dan hemat dalam penggunaan material pada pad laptop dibandingkan desain konvensional yang ada saat ini. Desain ini terbukti lebih tangguh, ringan dan tahan lama dibandingkan desain konvensional. Itu hanya beberapa contoh yang dapat diri dapatkan selama kunjungan singkat di pameran.
Diri masih terkagum juga dengan pekerjaan mereka dalam membuat ban tanpa udara keluaran Bridgestone yang telah diuji lebih ramah lingkungan. Keramahannya bukan hanya setelah masa pakai si ban tapi jumlah karet yang digunakan juga lebih hemat dengan kualitas maksimal untuk ukuran mobil dalam kota. Belum lagi dengan beberapa sistem bahan pakaian yang luar biasa, seperti katun organik atau yang dapat didaur ulang, juga ada pakaian dari serat karbon. Pakaian dari serat karbon yang digunakan di badan pesawat 787 ini terbukti lebih hangat sebagai insulator, harga lebih terjangkau dan ringan karena tipis. Produk UNIQLO, perusahaan fashion asal Jepang sudah menggunakannya massal.
Diri masih terkagum juga dengan pekerjaan mereka dalam membuat ban tanpa udara keluaran Bridgestone yang telah diuji lebih ramah lingkungan. Keramahannya bukan hanya setelah masa pakai si ban tapi jumlah karet yang digunakan juga lebih hemat dengan kualitas maksimal untuk ukuran mobil dalam kota. Belum lagi dengan beberapa sistem bahan pakaian yang luar biasa, seperti katun organik atau yang dapat didaur ulang, juga ada pakaian dari serat karbon. Pakaian dari serat karbon yang digunakan di badan pesawat 787 ini terbukti lebih hangat sebagai insulator, harga lebih terjangkau dan ringan karena tipis. Produk UNIQLO, perusahaan fashion asal Jepang sudah menggunakannya massal.
| Toray. Nano carbon fiber product. Boeing 787 gunakan ini sebagai badan pesawat dan sekarang lebih hemat bahan bakar karena lebih ringan. |
Diri jadi belajar bahwa penyelamatan lingkungan yang dilakukan negara maju seperti Jepang yang sekarang hidup dari impor ratusan bahkan ribuan ton material dari negara lain dimulai dari yang pengembangan teknologi sederhana yang berefek sangat besar jika dilihat dalam jumlah konsumsi massa. Tetap juga menghasilkan profit. Ingat ini industri. Manfaat sebesar ini sangat sayang jika dilewatkan, diri sangat menyarankan untuk mengunjunginya di bulan DESEMBER 2014 kembali. Sepertinya pameran 3 hari ini sangat menarik banyak pengunjung di Jepang dan luar negeri juga. Banyak sekali anak - anak sekolah yang sedari TK juga sudah dikenalkan dengan eco-product. Terbukti bahwa pendidikan itu dimulai dari sedini mungkin, bukan ketika seorang anak sudah paham semuanya seperti di universitas.
| Produk baju dari nano carbon fiber. |
| Sensor pengaturan jumlah air pada keran yang umumnya di Jepang. |
| Sistem penghangat ruangan. Pengembangan insulator agar suhu tetap hangat dengan energi lebih rendah. |
| Mobil listrik yang saat parkir bisa charger sendiri. |
| Keasikan bocah - bocah bermain di stand Honda. Mereka sedang merakit dinamo! |
Simak aja sendiri foto - fotonya. Acara yang sangat menarik. Berburu hadiah dari perusahaan juga menjadi keasikan sendiri loh.