Pengalaman lagi.
Shinkansen! Hore! Akhirnya diri bisa merasakan untuk naik Shinkansen. Percobaan pertama gagal karena diri membawa banyak sekali barang bawaan dari Jakarta. Baiklah, percobaan kedua dilakukan saat ini. Berhasil!
Akita Shinkansen merupakan jalur shinkansen yang baru dibuka sekitar 1997 lalu. Ini website untuk informasi lebih lengkapnya
JR East. Beberapa promo pun untuk yang datang dengan visa sementara atau kurang dari 30 hari dapat menggunakan penawaran yang JR berikan. JR itu apa? Japan Railways Company jawabannya. Generasi pertama Akita Shinkansen sendiri dikenal dengan nama Komachi. Generasi terbarunya bernama Super Komachi yang baru keluar pada 16 Maret 2013 lalu. Jadwal Shinkansen dari dan ke Tokyo dimulai dari jam 06.30 (ke Tokyo) dan 09.00 (dari Tokyo) hingga jam 20.10 (ke Tokyo) dan 23.30 (dari Tokyo). Jadwal shinkansen ini umumnya setiap satu jam sekali. Jadwal pastinya ada di
JR East Time Table. Silahkan dicek.
 |
| Desain Car Shinkansen |
 |
| Desain Car Shinkan |
 |
| Jalur Akita Shinkansen! plus daerah wisatanya. |
Pengalaman pertama diri naik Shinkansen sangat berkesan buat diri. Sebelumnya diri kebingungan dengan informasi seperti apa yang diri baca di internet. Praktik langsung justru membuat diri jadi paham. Diri jadi mengerti sistem Shinkansennya secara umum. Gerbong pada Shinkansen sendiri dikenal dengan sistem CAR. Pengetahuan terhadap Car ini sangat penting agar kita tahu bagaimana naiknya dan mencari kursi kita. Tipe Car sendiri ada 3 macam, yaitu Green Car, Gran Car dan Ordinary Car. Saat pembelian tiket Shinkansen, kursi terdiri dari 2 macam, yaitu Reserved Seat dan Non-reserved seat. Pembelian Reserved Seat bisa digunakan pada ketiga jenis Car, sedangkan Non-reserved seat hanya bisa dibeli pada Ordinary Car. Ordinary Car adalah kelas ekonominya Shinkansen dengan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan kedua kelas car lainnya. Beda keduanya bisa sampai 5000 yen. Bagaimana dengan Non-reserved dan Reserved seat? Bedanya hanya Reserved seat sudah punya kepastian nomor kursi dan gerbongnya, sedangkan Non-reserved seat tidak ada-siapa cepat ya dia dapat atau menunggu reserved seat turun. Silahkan dipilih. Diri memilih dan dipilihkan Reserved seat karena perjalanan Tokyo-Akita itu 4 jam dan kecepatan ini kereta sampai 300 km/jam, jadi lebih baik bayar lebih banyak daripada kecapekan berdiri.
.JPG) |
| Real Shinkansen. Mereka bisa digandeng. |
.JPG) |
| Komachi 39 - Gerbong 12 - Reserved Seat. |
Setelah memutuskan tiket apa yang dibeli, mari diri ajak ke Tiket officenya. Bagaimana menemukananya? Jangan takut! Konter penjualan tiket untuk Shinkansen selalu ada di setiap stasiun. Perhatikan lambang JR yang berwarna hijau dan juga petunjuk arah penjualan tiket. Pada stasiun utama, seperti Tokyo, kantor JR ada beberapa dan logo JR sangat jelas. Berbeda dengan stasiun lebih kecil, seperti Merguro Station, kantor tiket JR menjadi satu dengan tiket kereta lainnya. Ada dua opsi saat membeli tiket JR, yaitu langsung mengisi pengajuan belinya sendiri atau langsung menghubungi pihak penjualan. Bagi yang bahasa Jepangnya lancar atau mengenal orang berbahasa Jepang fasih, bisa minta tolong mereka mengisikan untuk informasinya. Opsi kedua yang diri ambil. hehehe. Ibu Hitikana dari KBRI mengisikan form permohonan pembelian tiketnya. Dalam form tersebut dituliskan nama diri dalam Katakana, tanggal - jam keberangkatan, tujuan keberangkatan, tipe car dan tipe kursi. Setelah pengisian form, berikan form pada konter penjualan. Ohiah, sebagian petugas tidak bisa berbahasa Inggris untuk stasiun lebih kecil. Di Stasiun Tokyo, ada konter penjualan tiket Shinkansen yang melayani penjualan dalam Bahasa Inggris. Jangan khawatir! Sekali lagi, jangan khawatir karena petugas yang tidak bisa berbahasa Inggris, tetap akan mengusahakan membantu kita dalam membeli seperti yang diri alami. Si petugas menggunakan kalkulator untuk menunjukkan berapa biaya yang diri butuhkan untuk 1 tiket reserved seat Akita Shinkansen. Hal yang sama ketika akan memberikan kembalian pada diri. Setelah proses yang cepat, efisien dan tepat, diri akhirnya mendapatkan tiketnya! Tiket Akita-Shinkansen jam 14.46 tujuan Akita. Bagaimana membaca tiketnya dalam bahasa Jepang? Tenang saja. Itu mudah. Setiap petunjuknya jelas dalam tiket.
 |
| Cara baca tiketnya. |
.JPG) |
| Tiket Shinkansen diri! |
Setelah mendapatkan tiket, pastikan pergerakan ke jalur yang sesuai. Diri mulai perjalanan dari stasiun Merguro, maka diri langsung mencari jalur kereta JR. Pastikan bahwa jalur JR adalah berbeda dengan jalur Tokyo Metro di setiap stasiun. Bahkan di stasiun Tokyo, jalur ini sangat berbeda jauh posisi pintu masuknya. Kebetulan jalur JR berada persis di depan konter penjualan tiket. Langsung gunakan tiket untuk masuk ke dalam jalur JR. Tahap pertama, diri akan mencapai Stasiun Tokyo. Perjalanan dari Stasiun Merguro akan menggunakan kereta subway biasa dengan jalur yang berbeda dengan Tokyo Metro. Seluruh pergerakan shinkansen dimulai dari Stasiun Tokyo. Setelah melalui sekitar 5 stasiun, diri sampai di Stasiun Tokyo. Sesampainya di Stasiun Tokyo, langsung cari petunjuk jalan untuk mencari lokasi masuknya Akita Shinkansen. Seluruh petunjuk ditulis dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Perhatikan saja petunjuk yang ditulis dalam nama Shinkansennya, seperti Akita Shinkansesn yang berbarengan dengan Tohoku Shinkansen. Tidak perlu lama setelah tiba di Stasiun Tokyo, diri menemukan jalur khusus Akita Shinkansen. Gunakan tiket yang sama untuk masuk ke dalam lokasi tunggu Shinkansennya. Di dalam ada sekitar 4 pintu, nomor 21-24. Di pintu masing - masing akan ada jalur untuk Shinkansenya. Informasi Shinkansen apa dan di pintu apa tersedia jelas di layarnya, baik dalam bahasa Jepang maupun bahasa Inggris. Di dalam penuh dengan banyak calon penumpang dan mereka yang baru saja tiba di stasiun Tokyo. Di dalam ada lokasi untuk ruang tunggu dan fasilitas penjualan makanan yang bisa dinikmati sembari menunggu jadwalnya.
.JPG) |
| Layar informasi keberangakatan Shinkansen |
.JPG) |
| Informasi kereta dan tipe kursi apa yang di dalamnya. |
Setelah jadwal Shinkansen diri tiba dan pintu sudah diketahui, diri bergerak ke atas dan bersiap menunggu Shinkansen. hehehe. Saat naik ke atas, di dinding terpasang beberapa foto petugas Shinkansenya. Mereka disebut pilot dan pramugari setahu diri. Semuanya sangat rapi dan fasilitasnya memang seperti pilot. Diri menemui pilot Shinkansen yang baru akan berangkat dengan setelan jas, lambang JR dan tas yang khusus yang ada sangat spesial. Perhatikan jalur Shinkansennya setelah berada di atas. Ada dua jalur Shinkansen yang memiliki jalur perjalanan berbeda. Jalur Shinkansen diri, si Komachi 39 berada ada di sebelah kanan. Diri mencari tempat diri harus beridir untuk masuk ke dalam gerbong. Di sepanjang pinggiran kereta dipasang nomor khusus untuk masuk ke dalam kereta. Karena kursi diri berada pada car 12, maka diri berdiri di bagian pintu masuk 12 sembari menunggu Shinkansen datang. Jangan khawatir, ada petugas yang juga akan membantu ketika kebingungan dengan tiket kita.
.JPG) |
| Foto beberapa pilot Shinkansen. |
.JPG) |
| Langsung naik dan bersiap berangkat. |
.JPG) |
| Perhatikan line Shinkansennya. |
.JPG) |
| Line gerbong 12. Tunggu Shinkansennya datang. |
Diri melihat jika warga Jepang sendiri pun sangat antusias dengan keberadaan Shinkansen. Banyak dari mereka juga berfoto dengan Shinkansen yang sedang menunggu. Shinkansennya menarik sekali buat diri. Diri jadi membayangkan bagaimana di dalamnya ya? Setelah menunggu kedatangan yang tepat waktu di 14.56, diri akhirnya bisa menaiki Shinkansen. hahaha. Kursi diri di nomor 5A berada di samping jendela, sangat menyenangkan. Tempat duduk luas, Penyimpanan bagasi pun lebih besar. Kursi shinkansen pun bisa dibalikkan arahnya ketika kereta bergerak berlawanan arah. Ada layar informasi dalam bahasa Inggris dan Jepang. Pemberitahuan pemberhentian dalam dual bahasa juga. Pelayanan dan penjualan di dalam Shinkansen juga tersedia meskipun harganya relatif mahal dibandingkan dibeli di stasiun. Ada pramugari yang sangat membantu ketika kesulitan. Bersih! Perjalanan yang cepat tapi tidak terasa bergoyang hebat di dalam kereta. Ini Stabil! Pengalaman Ordinary Car saja menyenangkan begini. Bagaimana Green Car dan Gran Car? Sepengelihatan diri, benar - benar eksklusif dan bahkan ada tempat tidurnya. Perjalanan yang menyenangkan buat diri. Pantas banyak warga Jepang juga menikmatinya.
.JPG) |
| Akita Shinkansen segera datang (warna putih). |
.JPG) |
| Tempat duduk yang luas! Puas. |
.JPG) |
| Interior Ordinary Car |
.JPG) |
| Kursi yang bisa dibalik saat jalur Shinkansen berbalik arah. |
Shinkansen sendiri dapat menjangkau banyak daerah di Jepang dan sistem yang JR yang berbeda. Diri berharap bisa ke Hokkaido! Haaaa...Apa rasanya ya di bawah laut? Semoga ada rezekinya.