Friday, February 15, 2008

Teman, Lihatlah

Teman

coba buka matamu

lihat bahwa ada yang tak seberuntung dirimu

yang lelah menanti kereta sore datang

yang resah karena belum membayar iuran sekolah

yang takut dinas tata kota datang dengan traktornya

yang lapar menunggu bapak pulang dengan nasi

yang menangis karena tak ada tempat tinggal

yang berlari menyelamatkan nyawa dari bencana

yang berdiri diam karena tak lagi mampu berkata

yang duduk lesu melihat rumahnya rata dengan tanah

yang tertawa gila karena tak tahan menahan derita

Sahabat

coba rasakan hidup ini

dengarlah bahwa masih ada yang tak semewah hidupmu

meski menurutmu itu terlalu sederhana

coba kau pandang ke bawah

dengarlah tangis mereka yang membutuhkan uluran tanganmu

meskipun kau anggap dirimu belum kaya

sahabat

coba kau buka mata hati mu

sedikit saja

tak lebih lama saat kau menunggu kekasih idaman mu menghampiri

rasakan waktu itu

kau akan tahu sesuatu

hidup itu tak selamanya di atas

meskipun kau anggap semua ada di tanganmu

rasakan gelapnya hidup

bukan memkasa mu untuk merendah

hanya meminta mu berbagi derita

Sahabat

coba beri ruang bagi yang lain

buat mereka yang lelah jiwanya

buat mereka yang tak lagi mampu tertawa lepas seperti kau saat belanja di mal

atau buat mereka yang sedih kehilangan yang tercinta

buat mereka yang tak mempu lagi berkata-kata karena terlalu menderita

buat mereka yang tak lagi mempu bersekolah karena kendala biaya

bukan hanya mereka

untuk mereka yang tak seberuntung dirimu

hanya sedikit

genggamlah mereka sahabat

bukan cuma mereka yang mengatas namakan solidaritas yang bisa

bukan cuma mereka yang bekerja demi bangsa

atau mereka yang tinggal berbaur langsung dengan mereka

kau juga sahabat

Sahabat

dengarlah sekali ini

Semua butuh bahagia bukan hanya derita

mengapa tak mau berbagi dengan mereka?

No comments:

Post a Comment