tiap hari langkahkan kaki dengan pasti
menyongsong cerahnya pagi
menjemput masa depan
untuk jadi generasi terdepan
berkompetisi dengan sistem ini
mengasah tajam pisau pengetahuan
sebagai alat perlindungan kami
agar lebih aman di masa depan
mereka di atas mengolah kata
menjadi sebuah paksa
yang tertuang dalam undang-undang nyata
kami telah berkali-kali sabar
meski tak pernah terbayar
sekali, mereka bilang ini terbaik
agar kami siap berkompetisi
lagi, mereka bilang "coba dulu ini"
agar kami mampu teguh berdiri
hadapai kencangnya angin globalisasi
apa yang kami dapati ?
ternyata sulit sendiri !
benar tak tepat
terus mencoba sesuatu lagi pada kami
kami mempertanyakan hak kami
bukan terus jadi kelinci,
bapak menteri.
No comments:
Post a Comment