Friday, February 15, 2008

pilihan itu ada

dihadapkan di depan pilihan
bukan waktunya tuk kau bekerja dengan arah
kau tahu bagaimana harus memilih
namun kau terlalu angkuh untuk memilih
kau terlalu mengerti hidup itu
pilihan itu semu
menurut mu hidup sudah terpilih
hanya sebuah kemampuan untuk menebak
Kau tahu harus tahu
bukan belajar kembali untuk tahu

kau di depan pilihan
namun tak pernah membawamu ke arah itu
kau berjalan di keduanya
atau ketiganya
kau lebih suka menyebutnya lorong hidup
yang terang karena sinar redup lampu di tengah malam
dan gelap saat kabut senja datang
kau tersenyum di lorong itu
tak pernah berharap ada apa

kau tegak manantang di tengah pilihan
tak mau disebut pecundang
kau menentang semuanya
bukan hanya pilihan
tapi massa yang dipilih untuk memilih
kau anggap hidup tetap telah terpilih
sampai waktu tak lagi mau menunggu
kau takut satu hari
namun berani menentang seribu jam kehidupan

kau terpaku dalam waktu
pilihan tak membuat mu resah
apalagi kecewa
"itu hanya kemampuan menebak", katamu
kau terlalu berani untuk tahu
karena menurutmu tahu untuk hidup
bukan hanya sebatas rindu

kau duduk dengan pilihan bersanding di dekatmu
kau tak mau mengusiknya
apalagi bercinta dengan pilihan itu
kau tahu untuk tidak memilih
"memilih bukan solusi", katamu
dan kau tahu pilihan itu ada

No comments:

Post a Comment