Monday, February 18, 2008

Kembang malam

menggores malam bukan hal baru yang kau lakukan
kau hidup berkutat dengan malam
menjejaki langkah sendu di pinggir-pinggir jalan
menjajahkan hidup
memberi ganti nafsu mereka yang mau membayar dirimu
bukan harga dirimu
kau hidup dalam malam
terkadang nampak tak penuh derita
penuh nikmat sesaat
namun pedih yang harus kau rasa penuh
sulit untuk kau ungkapkan kembali apa yang kau cari
kau melangkahkan kaki pelan di pinggir remang nya lampu jalan
terdiam menunggu mereka yang datang menghampirimu
meski hanya sekadar mengajak mu bercanda
sesaat namun begitu melegakan
kau tak lagi berani memandang langit
mengadah diri meminta apa yang seharusnya kau peroleh
hidup layak bukan membunuh karakter mu sendiri
kau menangis pilu di pinggir jalan
tak ada yang berusaha mendengarmu
hanya mereka yang mau tahu hidupmu
namun sering kau pun menolak mereka
percaya mu segera terkikis jauh
kau lelah dengan semua ini
hidup tak lebih dari penggung sandiwara
kau jadi artisnya
dan yang lain figuran yang menanti kedatangan artis utamanya
kau anggap dirimu pahlawan
namun itulah adanya
kau pahlawan
bagi dirimu setidaknya
bukan sebatas untuk egomu
kau berjalan pelan untuk semua
meski harus sangat pedih
jauh di lubuk hati
mengapa harus ini?

-untukmu yang belum ku kenal-kembang malam

No comments:

Post a Comment