satu kata demi bangsa
ketika semua mulai sibuk oleh bencana
di saat kau perlu ada
mengapa hanya kami sendiri di sana
tak kah kau ada
sedang mengadah , memalingkan wajahmu Tuhan
pada lukua-luka kecil ini
satu waktu ketika waktu telah berjalan kembali
saat Kau kembali dengan kuasa itu
bukan hanya untuk memberi hidup
juga kembali mengambil yang hidup
mengadah hidup di bawah kakiMu
tolong jangan lagi bencana itu
cukup lelah hidup dengan semua itu
itu bukan salah Mu
namun tak tahu hidup ini terlalu ego untuk mengakui
itu adalah milik semua kisah lukisan ribu manusia
terlalu hidup ini
belajar untuk membawa bencana
ketika itu datang , Kau yang salah
itulah ribu manusia
demi kepentingan hidup bukanlagi bencana jadi konsumsi
satu kata
kemanusiaan yang akan selalu berujung duka
lirih dan pedih
untuk sebagian ribu manusia dan ribu manusia lain
yang berusaha berdiri di jurang hidup
benar atau salah
aku atau kamu
semua untuk itu
bencana pasti berlalu
namun hidup tak akan mengulang lebih lalu
No comments:
Post a Comment