Friday, January 16, 2015

UNESCO New Year Festa 2015

Kembali menulis di sela waktu menulis juga, rasanya bercampur aduk karena diri harus bersiap dengan laporan sekitar 20-30 halaman yang menentukan nasib di sini. hehehe..

Kesempatan lainnya selama di sini memang seringkali datang tidak terduga. Berawal dari mengikuti perkenalan antar bangsa di acara Akita International, diri mendapat kesempatan bergabung di acara UNESCO New Year Festa 2015. UNESCO ini bukan bagian langsung dari UNESCO milik PBB. Kebetulan organisasi ini memang melakukan hal yang sama dengan UNESCO kepunyaan PBB, yaitu mempromosikan, memperkenalkan dan mempelajari berbagai budaya di belahan dunia yang ada. Keanggotaannya UNESCO ini umumnya adalah para warga lanjut usia yang terus semangat di masa senjanya. Organisasi ini sudah berumur 17 tahun dan tetap penuh aktivitas. Terbukti, di acara kemarin semua dari mereka dengan semangat mempersiapkan venue acara, memasak kue sendiri untuk jamuan, mengatur seluruh jalannya acara bahkan sampai mengantarkan para undangan yang datang pulang ke luar lokasi acara. Luar biasa sekali untuk ukuran lansia. 

Sebelum pertunjukan ;)
Diri sempat tercengang melihatnya, mengapa para lansia ini begitu aktif di kegiatan sosial semacam ini. Sangat berkebalikan dengan mereka yang berusia muda yang justru cenderung agak pasif dan tidak aktif dalam keorganisasian. Salah satu yang selalu jadi kendala diri saat ingin membuat acara dengan anak - anak mudanya. Ternyata kegiatan semacam ini menjadi pilihan para lansia di sini untuk mengisi waktu mereka yang sudah tidak lagi memiliki pekerjaan rutin di kantor atau tempat lainnya. Kegiatan sosial dan kebersamaan seperti ini seperti membunuh kesepian di usia tua yang sangat banyak menghinggapi para lansia di Jepang. Kebanyakan dari mereka yang tidak menikah lebih merasakan sepi seperti ini. Bagi mereka yang mempunyai anak, kebanyakan anak - anak sudah hidup mandiri dan terpisah dari kotanya. Jarang sekali kita temui lansia yang hidup beruntung. Beruntung dalam arti yang sebenarnya, yaitu bisa memiliki anak, menantu dan cucu di tempat tinggal mereka. Kebayang kan bagaimana sepinya sendiri jika tidak ada kegiatan. Nah, dengan kegiatan di luar seperti ini, berkumpul bersama dan terus aktif membuat mereka terus sehat dan berpikiran positif. 

Rasa lelah dan ketakutan terhadap penyakit kayaknya tidak menjadi ketakutan buat mereka sama sekali. Terbukti loh! Para nenek memasak kue yang super enak dan dibungkus per potongan kecil untuk dibagikan kepada peserta acara saat jamuan bersama. Setiap kue dibungkus cantik dan disusun cantik di setiap piring yang dapat dinikmati semua peserta selama jamuan. Diri beruntung sekali rasanya mengikuti acara ini.

Diri mendapat kesempatan untuk membagikan pengalaman tentang lagu "Bengawan Solo" dan "Rasa Sayange". Keren kan?! hehehee.. Ternyata masih banyak yang belum tahu bahwa negara kita itu luasnya minta ampun dan tidak sebatas Pulau Jawa, Bali atau Borneo saja. 
Perkenalan diri dan lagu
Buat diri ini adalah kesempatan langkah dan luar biasa. Diri diberi kesempatan untuk bernyanyi di depan para hadirin. Dengan kemampuan vokal pas - pasan, diri akhirnya menyampaikan lagu dan pesan dari lagu ini di depan hadirin internasional. Namun, diri tidak sendirian. Hasil membujuk diri yang pas - pasan juga akhirnya membuahkan hasil, teman diri, Kak Rika, mau bernyanyi bersama diri, sekaligus menyampaikan pesan lagunya dalam bahasa Jepang. 
Bengawan Solo in action
Acara ini dimulai pukul 13.30 siang. Seluruh hadirin yang datang mayoritas adalah lansia dan beberapa warga asing yang juga ternyata akan bernyanyi bersama. Ketika datang, kami diberikan fotokopi naskah lagu yang akan dinyanyikan dan sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang. Diri pun penasaran dengan terjemahan lagu Rasa Sayange dalam bahasa Jepang, dan ternyata beda sekali! Memang lagu daerah memang tidak akan bisa diubah menjadi bahasa lain karena ibarat masakan, cita rasanya jadi berbeda. Tujuan buku lagu ini ternyata menarik sekali, yaitu mengajak para hadirin menyanyikan setiap lagu setiap selesai lagu dalam bahasa aslinya dinyanyikan. Ada 5 negara yang datang, yaitu Indonesia, Rusia, Inggris, Australia dan Amerika. Kebetulan sekali perwakilan Australia tidak bisa hadir karena flu berat. Setiap perwakilan menyanyikan satu sampai dua lagu dari negara mereka. Setiap satu lagu dinyanyikan dalam bahasa aslinya, lalu setelah itu pembawa acara akan mengajak para hadirin menyanyikan lagu dalam bahasa Jepang. Dengan diiringi keyboard, rasanya semua hadirin menikmati sekali. Selain lagu, ada penampilan tari dari anak - anak dan permainan flute khas Peru dari anggota UNESCO. Event tahun baru yang amazing sekali!
Pertunjukan lainnya di New Year Festa 2015 (Peru, Akita, Rusia dan USA)
Tanggal 11 Januari 2015, diri memulai petualangan baru lagi di bidang lainnya. Diri bahagia sekali bisa mengambil bagian dalam memberikan pengenalan tentang Indonesia. Balutan kebaya bali orange diri pun menjadi hits bagi para ibu. Mereka suka sekali kebaya Indonesia! Senang sekali rasanya pakaian tradisional kita selain batik disukai. Pengalaman luar biasa buat diri. 

Notes: Terima kasih banyak dan super kepada Mbak Patria untuk semua fotonya. Artisnya tidak sempat foto. hihihihi

Sekarang, diri sedang menunggu aktivitas lanjutannya memperkenalkan Indonesia lagi minggu depan. Bangga terhadap Indonesia. 

Proud being Indonesian!