Aku benar-benar berniat ini.
Tersentil beberapa waktu ini tentang si ndut, iah demikian mungkin akan disebut selanjutnya.
Mengapa saya mau memilihnya? Mengapa dia selalu ada menghiasi hari-hari ini dengan segala dilema dan tertawanya?
Nah,si ndut mungkin tidak merasakannya. Akan tetapi, aku terus saja terjebak dalam dirinya. Kata kakakku, zona subhat. Do I?
Ia ada dalam diri aku sejauh ini. Si ndut cukup meracuni kehidupanku secara indah sejauh ini. Mungkin benar dia diciptakan untuk itu. Menyakitkan memang pada perjalanan dan mungkin akhirnya juga. Tapi itulah adanya. Mengapa aku masih belum bisa membuat ndut tertawa lepas. Apakah aku bukan pengasah intan yang dicari? Sepertinya.
Ndut, do I?
I do miss u.
But please, dont make me ask more about you.
I've ever stucked in this kind on process.
No comments:
Post a Comment