Friday, January 11, 2008

Mimpi di Bumi

Apabila ini hanya sebuah mimpi
ku berharap segera membuka hari
Tak ingin ku lihat deras air mata lagi
Tak ingin ku tatap kematian pedih

semua punya hak untuk mati
Namun alam punya simfoni sendiri
Simfoni sepi yang membawa tangis diri

Satu hal yang pasti
Ia tak lelah sabar menanti
ku rindu memnatap Kau tersenyum kembali

Kawan, mari..
bukan hanya untuk ku sendiri
bukan hanya untuk sepasang merpati putih
bukan hanya untuk mu sendiri
hanya untuk simfoni alam ini
agar air mata tak lagi tertumpah pedih

Semua hanya ilusi
sebatas kau dan aku mau beraksi
Selamatkan Bumi

No comments:

Post a Comment