Thursday, January 10, 2008

Damai di Hujan

di malam yang dingin
di antara ribuan bintang yang tertutup awan hitam
angin malam menyelimuti ku erat
kilat menerangiku jelas
bergemuruh guntur menandakan gendang bertalu
hangatnya malam
hantarku ke peraduan tenang
butir air jatuh perlahan
memuaskan dahaga jiwa
akan kekeringan terhadap asa
tiap tetes air membawa kedamaian rasa
ku tersentak dari manjanya malam
membuka awal sebuah percaya
hujan bawaku mengerti
hujan ajarku menanti
relung tetes air membasahi hari
di saat ini ku butuh tetes itu
biar angin malam selimutiku
dari basahnya semangat membara yang menghujam ke dalam ulu
ku butuh masa
ku butuh waktu
saat ku belajar memahami
damai tak akan jauh dari sini
jauh di kedalaman hati
hujan
angin
kilat
gemuruh
bintang
bulan
malam
malam
dan hanya malam
damai

No comments:

Post a Comment