Kini yang jauh di sana tinggal kenangan
Mungkin saja bermakna
ataupun torehan tinta emas pada sebuah kertas yang disebut memori
Biar ia datang ke sana
di rumah tenang, tempat segala penat akan terlepas
Hanya wanginya doa, keikhlasan dan kasih sayang
kan antar ia jauh terbang,
lintasi awan,
menapaki tangga emas,
wajah yang disebut Surga...
Bukan ia yang meminta
tapi takdir yang memaksa
setiap orang pantas mendapat
walau dalam tiap hadirnya, ia sering merasa terasing
Hatinya lembut terasa
dapat kau lihat dari sinar matanya
Ada rasa iba tak ternganga
ia ingin menatap masa depan
walau hari telah senja, mungkin...
akan tetap beda
walau ia akan berada di sana
Sekali lagi,
ia tetap kenangan
dalam asa
yang terindah...
No comments:
Post a Comment