Friday, January 19, 2007

Diam

Angin malam menembus sukma kalbu mimpi - mimpiku

menyelimuti aku dengan dinginnya malam

Bulan bersinar dekat dengan mimpiku

Bintang bercengkerama satu dengan yang lain di depan mata batinku

Tertawa bahagia dengan sinar yang berkilau

Namun bulan dan bintang tak mampu menerangi mimpiku

Mereka menangis melihat mimpi itu terus menjalari pikiranku

Hanya angin yang mampu menembus

namun tetap ia tak mampu menghalangi mimpi itu

Jalanlah aku dalam sadar di bawah terawang cahaya

dengan mimpi tetap seperti luka yang menganga

sakit atau tidak, tak akan terasa

Cepat atau lambat ...

ia akan datang

mimpi itu tetap saja berjalan

Mimpi saja tak mampu ditembus

lelah

bulan dan bintang saja mengeluh sekarang

mereka marah karena mimpi itu tetap ada

Mereka kecewa aku membiarkan mimpi itu

mimpi yang membuat aku kehilangan sepasang hati

No comments:

Post a Comment