Friday, November 02, 2007

Tak ada yang Abadi

Dalam kesunyian malam.
ku terdiam menatapi anggunnya bulan
meski tak serupawan dalam hati
Ia masih mampu nyentuh ke dalam sukma

Di saat bintang belajar menari
berkelip manja menatap ramah
Aku dibuat dia mengerti
Ia mendengar keluh dan peluh ini

Malam berselimut gelap
tak menjadikan langit kehilangan tahata keauraannya
Tahtanya ajarkan ku tuk tegak berdiri
menantang gelap
berkompromi dengan terang

Semilir angin menjadi selendang malam
lembut terasa menyentuh asa
Kembali kau ingatkan aku akan rasa
Membuatku menerima peluh dan keluh
sebagai kesatuan diri

Saat bumi bergerak
Ku diajari untuk tahu
semua tak akan ada yang abadi

No comments:

Post a Comment