Wednesday, September 10, 2014

Akita-Hokkaido by Ferry

Bagaimana petualangan lain di Jepang. Biasanya menggunakan shinkansen atau pesawat yang paling umum dilakukan di sini, terlebih si kereta cepat shinkansen yang telah terkenal seantero dunia. 
Kesempatan kali ini datang setelah undangan dari salah satu keluarga Indonesia untuk ke Hokkaido. Setelah membeli lewat agen perjalanan, diri mempersiapkan diri untuk perjalanan pertama dengan ferry. Biaya transportasi ini relatif lebih murah dibandingkan dengan trasnportasi lainnya untuk ke Hokkaido dari Akita. Biaya perjalanan pulang-pergi membutuhkan sekitar 10.000 yen saja dibandingkan dengan menggunakan shinkansen yang berkisar 34000 yen atau lebih. Pemesanan tiket ferry juga dapat dilakukan melalui website resmi http://www.snf.jp/ atau di pelabuhan langsung. Pembelian di pelabuhan dapat dilakukan hingga sebelum berangkat. Namun tidak menjadi jaminan pasti mendapat tiket, terutama pada musim peak season saat musim libur musim panas. Rata - rata harga saat musim panas dan musim biasanya, hampir sama saja. 
Kapal ferry sampai di Pelabuhan Akita setelah sebelumnya berlayar dari Niigata. Sekitar pukul 05.00 kapal sudah berlabuh dan menurunkan penumpang dari Niigata menuju Akita. Kapal akan lanjut berlayar ke Pelabuhan Tomakomai, Hokkaido sekitar pukul 06.30. Para penumpang yang akan berlayar sudah datang minimal sejam sebelumnya. Mobil dan motor sudah berjajar rapih di barisan yang telah ditentukan oleh petugas pelabuhan. Para pengendara mobil dan motor diberikan identitas tujuan ferry yang ada, terutama saat berlayar pulang dari Tomakomai. Petugas akan mengatur parkiran khusus untuk Akita atau Niigata misalnya pada saat berlayar pulang dari Tomakomai. Hanya pengendara yang diizinkan di dalam mobil atau motor untuk memarkirkan kendaraannya di dalam kapal. Tidak seperti di Indonesia, para penumpang lain selain pengendara tidak diperkenankan tinggal di dalam kendaraan. Calon penumpang lain harus melalui gedung penumpang dan boarding sesuai aturannya. Penumpang akan menunggu di ruang tunggu, misalnya di lantai 2 seperti di Pelabuhan Akita (lantai 1 tempat pemesanan dan administrasi tiket lainnya). Semua barang yang akan digunakan selama perjalanan harus sudah dibawa bersamaan dengan penumpang lainnya. Sang pengendara hanya akan membawa barang sisanya karena selama perjalanan penumpang tidak diperkenankan ke parkiran mobil tanpa alasan yang jelas.

Boarding time
Suasana dalam ferry
Kurang lebih 30 menit sebelum berangkat, petugas mulai membuka gate boarding yang dibatasi dengan pembatas sederhana. Sejak pengumuman boarding, para penumpang mulai berbaris rapih dan menyiapkan tiket yang dibutuhkan untuk boarding. Pada tiket terdapat barcode yang menjadi semacam scan code saat kita akan boarding. Tiket yang sama harus tetap kita simpan karena saat sebelum turun, petugas akan melakukan scan barcode kembali untuk memastikan penumpang semua aman dan nyaman. Jika tiket hilang, jangan khawatir! Kita bisa menyingkir segera dari antrian dan menuju ke petugas yang berjaga untuk mengecek identitas kita. Satu lagi yang menarik di sini bahwa tiap tiket kapal memiliki nama dan identitas lengkap dari si penumpang sehingga lebih aman, seperti halnya pesawat. 
Kamar kelas H
Kamar kelas J
Setelah boarding, kita akan masuk ke kapal dan menemui kembali petugas yang akan membantu kita memberi tahu dimana lokasi kita bisa beristirahat. Berhubung diri kemarin naik kapal kelas ekonomi, jadi langsung ke bilik atau kamar yang memiliki set tempat tidur karpet isi 20 orang. Penumpang bebas memilih kamar sesuai kelasnya. Kamar diri ada di kelas J, dengan bantal yang sedikit keras dan selimut yang hangay, diri memulai perjalanan. Akita Hokkaido dapat ditempuh dalam 8 jam kurang lebih selama cuaca di laut Jepang bersahabat. 

Lantai 2 ferry
Hal yang menarik perjalanan dengan ferry juga ternyata banyak dilakukan oleh warga Jepang lainnya selain dengan kereta! Harga yang lebih terjangkau untuk membawa mobil dan keluarga besar mungkin jadi alasan tepat memilih transportasi ini. Fasilitas di dalam kapal juga menarik sekali. Di dalam kapal, tersedia shower room dan pemandian air panas atau onsen, jacuzzi, tenis meja, bioskop mini, restauran, kursi pijat, ruang tivi hingga taman bacaan anak. Perjalanan seperti ini sangat nyaman untuk keluarga bukan? Meskipun waktu tempuhnya cukup lama. Selain itu, ferry juga menyediakan kamar kelas bisnis. Kelas ini berada di lantai 2 dengan kamar yang pastinya lebih privat. Perjalanan pun menjadi lebih nyaman dan aman.

Salah satu koridor dalam ferry untuk beristirahat
Barisan mobil yang diatur sesuai kedatangannya Akita atau Niigata
Jangan khawatir kekurangan makanan atau snack atau kebutuhan lainnya karena di dalam kapal juga terdapat supermarket kecil yang menyediakan kebutuhan mandi sampai oleh-oleh. Di tipe kapal lainnya, terdapat penyewaan selimut dan tambahan bantal sekitar 300 yen per buah untuk sekali perjalanan. Kapal tipe ini biasanya lebih kecil dan jarak perjalanannya pun lebih pendek. Diri berlayar dari Hachinoe di Aomori (utara Honshu) menuju Hokkaido di waktu lainnya menggunakan kapal seperti ini. Di dalam kapal hanya ada bilik tanpa kamar yang tiap ruangannya hanya dipisahkan dinding pembatas pendek sehingga dari lorong jalan, semua orang bisa melihat bagaimana orang-orang tertidur di "kasur"nya. Bedanya, kapal dari Hachinoe memiliki nomor kasur sehingga penumpang tidak perlu berebut tempat yang mereka anggap nyaman.

Perjalanan dengan kapal bagi yang senang petualangan dan tidak terburu-buru pasti akan menyenangkan. Mengapa tidak dicoba? Mereka menyediakan layanan kapal dari selatan ke utara Jepang loh! Selamat mencoba.