Thursday, May 08, 2014

Budaya Jepang: Menggunakan eskalator

Salah satu budaya di Jepang yang selalu dilakukan tanpa diingatkan. Mobilitas tinggi dan ketinggian berlantai - lantai (kedalaman~maklum ke bawah tanah bangunannya), eskalator dan lift menjadi sarana utama. Tangga pun tersedia tetapi untuk ketinggian tertentu. Penduduk Jepang terbiasa untuk mengambil bagiannya dalam komunitas secara sosial. Salah satu contohnya adalah sikap di eskalator. 
Pemandangan stasiun di Yokohama
Tanpa komando, para penduduknya akan mengambil bagian kiri jika tidak dalam keadaan terburu - buru dan mengosongkan bagian kanan untuk mereka yang bergegas lewat tanpa harus meminta lebih dahulu. Hal seperti ini tidak dilakukan hanya mereka yang berpergian sendiri tetapi mereka yang pergi bersama juga, misalnya pasangan. Jika dalam tidak bergegas, mereka akan mengubah posisi di eskalator untuk semua berada di sebelah kiri. Sebelah kanan digunakan untuk yang bergegas naik atau turun lantai tersebut. Kebiasaan ini sepertinya melekat sekali bagi masyarakat Jepang bahkan ketika mereka tidak sedang berada di negaranya. Budaya seperti ini juga salah satu bentuk menghargai pihak lain yang sedang bergegas dan menggunakan fasilitas umum sebagai kepentingan umum bukan menjadi keinginan pribadi. 

Semua warga negara berhak mendapatkan fasilitas, tetapi semuanya juga harus tunduk pada aturan dalam menggunakannya. Aturan seperti apa yang dibutuhkan itu tergantung kondisi masyarakatnya, mungkin di Jepang norma sosial sudah cukup tanpa melakukan aturan hukum untuk mengatur kepentingan bersama mereka dalam beberapa hal. Jadi, bagaimana dengan kita?