Seludah..pohon mangga..atap rumah...persahabatan..perpisahan..
ini kisah kembali yang ku alami bersama sodara seludah...sebelum aku dan quina meninggalkan tanah kelahiran tuk berjudi nasib di rantau orang..
sekrang quina di FH UI dan ak FTTM ITB..terima kasih TUHAN YESUS..ini Rahasia terbaikMu setelah kelulusanku..
untuk saudara seludah ku dengan tangis dan kerinduanku pada kalian di tengah malam ku tuliskan ini..
mungkin aku bukan sahabat terbaik
namun, aku berusaha memberi terbaik untuk kalian
kehadiranku mungkin tak diharapkan
namun, aku berusaha membuat kalian nyaman di dekatku
pertanyaanku mungkin tak penting untuk dijawab
namun, aku berusaha membuat kalian tahu
tangisku kadang membosankan untuk kalian
namun, aku hanya ingin meluapkannya
entah..
apa yang bisa kutuliskan kembali untuk kalian
aku hanya bisa merendah..
aku terkecil di antara kalian
terburuk dalam bersikap..
dengan tangis yang sering mengalir tak henti
sepele dalam lingkungan seseorang..
tapi satu hal yang ku ingin kalian tahu..
terima kasih doa kalian..
terima kehadiran kalian...
terima kasih untuk waktu kalian...
terima kasih kesediaan kalian..
terima kasih kebohongan kecil untuk membantuku
terima kasih tuk semua yang kalian lakukan..
tangis bersama
kemarahan..
semangat bersama
terpenting, satu dalam Tuhan..
aku merindukan kalian..
ini kisah kembali yang ku alami bersama sodara seludah...sebelum aku dan quina meninggalkan tanah kelahiran tuk berjudi nasib di rantau orang..
sekrang quina di FH UI dan ak FTTM ITB..terima kasih TUHAN YESUS..ini Rahasia terbaikMu setelah kelulusanku..
untuk saudara seludah ku dengan tangis dan kerinduanku pada kalian di tengah malam ku tuliskan ini..
mungkin aku bukan sahabat terbaik
namun, aku berusaha memberi terbaik untuk kalian
kehadiranku mungkin tak diharapkan
namun, aku berusaha membuat kalian nyaman di dekatku
pertanyaanku mungkin tak penting untuk dijawab
namun, aku berusaha membuat kalian tahu
tangisku kadang membosankan untuk kalian
namun, aku hanya ingin meluapkannya
entah..
apa yang bisa kutuliskan kembali untuk kalian
aku hanya bisa merendah..
aku terkecil di antara kalian
terburuk dalam bersikap..
dengan tangis yang sering mengalir tak henti
sepele dalam lingkungan seseorang..
tapi satu hal yang ku ingin kalian tahu..
terima kasih doa kalian..
terima kehadiran kalian...
terima kasih untuk waktu kalian...
terima kasih kesediaan kalian..
terima kasih kebohongan kecil untuk membantuku
terima kasih tuk semua yang kalian lakukan..
tangis bersama
kemarahan..
semangat bersama
terpenting, satu dalam Tuhan..
aku merindukan kalian..
No comments:
Post a Comment