Bagaimana cara memilih kehidupan?
Manusia lahir di sebuah persimpangan. Ia tumbuh dalam suatu kesatuan antara jiwa dan raga, tetapi tetap tinggal di sebuah persimpangan.
Manusia membangun kepercayaan. Tetapi tidak mengerti apa yang ia kerjakan dalam kepercayaannya itu.
Manusia apatis. Ia mungkin bodoh tapi sebenarnya ia menolak untuk itu.
Manusia berdiri tegak menantang angin, masih di persimpangan. Ia tidak tahu apa yang dikerjakan.
Manusia menolak untuk tinggal. Ia butuh sebuah kehidupan baru, berjalan meninggalkan persimpangan.
Tetapi, manusia tidak tahu ke mana ia melangkah. Memilih ketika berada di persimpangan.
Manusia angkuh. Ia tidak pernah tahu mengapa harus bertanya. Ia tidak peduli bagaimana sesuatu seharusnya ada.
Manusia berlari pelan. Ia tahu bagaimana melangkah yang tepat.
Manusia benar. Ia mengerti bagaimana memilih kehidupan.
Manusia lahir di sebuah persimpangan. Ia tumbuh dalam suatu kesatuan antara jiwa dan raga, tetapi tetap tinggal di sebuah persimpangan.
Manusia membangun kepercayaan. Tetapi tidak mengerti apa yang ia kerjakan dalam kepercayaannya itu.
Manusia apatis. Ia mungkin bodoh tapi sebenarnya ia menolak untuk itu.
Manusia berdiri tegak menantang angin, masih di persimpangan. Ia tidak tahu apa yang dikerjakan.
Manusia menolak untuk tinggal. Ia butuh sebuah kehidupan baru, berjalan meninggalkan persimpangan.
Tetapi, manusia tidak tahu ke mana ia melangkah. Memilih ketika berada di persimpangan.
Manusia angkuh. Ia tidak pernah tahu mengapa harus bertanya. Ia tidak peduli bagaimana sesuatu seharusnya ada.
Manusia berlari pelan. Ia tahu bagaimana melangkah yang tepat.
Manusia benar. Ia mengerti bagaimana memilih kehidupan.
No comments:
Post a Comment