untukMu yang termulia
dalam sesak, tetap Kau ada
meski luka pedih diri ini
dalam keterasingan, Kau tetap hadir
tetap menemani dalam kesendirian
dalam asa, Kau masih berkenan di sini
di hati, sebuah ruang sempit, berdebu, kotor
dalam keputusasaan, kau menemani
melewati perihnya teriris oleh karma
dalam akhir, Kau tetap ada
hingga masa berhenti
dalam sulitnya jiwa, Kau menyelamatkan
meski dosa telah menghitam
Tuhan, Kau mulia
Kau Maha besar
dalam puji
di sini, sebuah hati
hingga masa ini berhenti
No comments:
Post a Comment