Friday, May 16, 2008

Selamanya

Terik siang tak kau hiraukan
ku tahu kau tersenyum bangga
entah untuk siapa

Pagi cerah, kau menyapa
ku kira doaku terjawab sudah saat kau tak menyapa
aku berusaha hapus bayangmu
terlalu besar dominasimu

saat kau diam, dingin beku
ku tak tahu harus bagaimana bicara padamu
ku hanya terdiam sendu
menyepi seperti katamu

maaf ku tak bisa berteriak menyemangatimu
bukan ku tak mau
maaf ku tak bisa tersenyum manis padamu
bukan ku tak paham sorot mata itu
hanya saja ku tak mampu

mungkin ini adalah akhir kisah sorot mata
mungkin hanya sebntuk gede rasa
tapi semoga berbekas selamanya
Selamanya sebagai suatu cerita

No comments:

Post a Comment