Tuesday, August 24, 2010

resah

Postingan lagi di bulan ini. Pertama kalinya setelah beberapa lama meninggalkan blog ini..
Demikian rasanya, selalu hal yang sama ku lakukan. Meninggalkan apa yang ingin dilakukan dan melakukan hal lain yang sifatnya jauh tidak ada urgent sama sekali.
Semua jadi mubazir.
Seperti saat ini 6 jam tampaknya terbuang percuma tanpa hasil yang sangat nyata di mataku. Meskipun sebenarnya masih tampak hasilnya setidaknya dalam hal yang sifatnya tidak terlihat langsung karena dia adalah relasi hasilnya. Semoga semangat, doa dan obrolan singkat terhadap masing- masing orang melalui situs pertemanan twitter dan facebook dapat jadi berkat..
:D
Hope SO.

Hampir 1 bulan ku tinggalkan blog ini mengganggur, setidaknya tidak separah dengan apa yang terjadi pada blog caving yang lusuh ku buat karena kemalasan ku ketika sudah berhadapan dengan komputer.
Mungkin kah aku tidak tidur malam ini? ohh no, jangan, artinya aku bisa saja terbunuh dalam artian sempit karena tulang belakangku tidak akan mungkin mau berkompromi baik dengan ku atau jadwal kuliahku.

Hanya keluh selama beberapa jam ini ku umbar. Tampak tidak ada yang bisa ku bagi lagi. Yang ku tahu jadinya hanya kesalahan dan keresahan terhadap banyak hal.
Aku merindukan kestabilan kehidupanku.
Aku ingin Tuhan jamah aku lagi. dan tidak pernah meninggalkan ku. Akan tetapi, kenapa aku masih meragu dan mengeluh tak berkesudahan. Lidahku keluh untuk bicara dan menanggapi banyak hal.
Yang kutahu hanya perasaanku, ketakutanku, kecemasanku, rasa bersalah ini dan ketidakbisaanku saja.
Hingga batas mana? Begitu kecewanya Engkau, Tuhan.
Ampuni aku Bapa.

Ya Tuhan, jalan yang ada sangat membuatku tidak kembali mengerti. Aku takut ini salah dan salah dalam ukuranMu dan manusia. Aku berbuat kesalahan. dan itu Iya. Aku tidak tegas. dan itu juga Iya. Begitu egois pada akhirnya. Sungguh melukai banyak orang langsung dan tidak langsung.

Bapa, aku ingin diriku apa adanya. Ya, apa adanya. Hanya aku apa adanya. APA ADANYA.
Dengan segala keleluasaan pemikiran. Sinkron terhadap bersikap. Mampu bertindak. Bijak berpikir dan aksinya.
Bapa, ampuni kesalahan ini.
Bapa, jangan sampai Engkau ku lewati.
Siapa aku bukan yang penting tapi karena Aku yang menguatkanku adalah jawaban untukku.

Kuatkanlah dia Bapa, meski dalam kesesakan ini. bantu aku untuk juga berbagi bahwa dia tidak sendiri. Bapa tetap ada untuknya dan tidak jauh.
Engkau hanya jauh sebatas doa itu sendiri.
Biarlah Roh Allah menyertai dalam langkahnya di dalam segala penat, salah dan ketidakpahamannya akan situasi ini.

Seperti yang Engkau selalu lakukan padaku dan ingatkan padaku melalui lingkunganku..

Tetaplah bercahaya kawan..

No comments:

Post a Comment