hanya satu pintaku,
tuk tidur di lapangan berumput di atas gunung
dengan danau luas di hadapku
dan langit malam bertabur bintang di pelupuk mataku.
sayang, hari ini bukan aku
langit gelapa yang menaungi jalanku
gelapa berserak seperti semuanya tidak berarti
apalagi yang perlu dimengerti
dingin, basah, indah, air mata
sebuah arti persahabatan dan persaudaraan
lebih dari sekadar cinta yang orang banyak agungkan
hmm, manusia yang tampak munafik tapi tidak lebih dari yang ada
apalagi yang bisa diungkpakan jika demikian adanya
semua berjalan beriringan menciptakan kehangatan
aku rindu ranu kumbolo! sangat!
No comments:
Post a Comment